Aksi brutal empat orang tidak dikenal (OTK) menyerang anggota polisi bernama Aipda Agus Sugianto menggunakan samurai di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Serangan itu membuat korban terkapar berlumuran darah dan kini dirawat di rumah sakit.
Plt Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung mengatakan penyerangan itu terjadi di wilayah Moanemani, Kampung Mauwa, Distrik Kamu pada Rabu (30/9) sekitar pukul 06.45 WIT. Para pelaku mengadang Aipda Agus yang hendak ke Mapolsek Kamu.
"Saat melintas di depan gapura dekat SMA Negeri 2 Moanemani, korban tiba-tiba diadang oleh empat orang yang tidak dikenal," kata Kompol Henry kepada wartawan, Jumat (2/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Henry mengatakan keempat pelaku membawa senjata tajam jenis samurai. Melihat adanya ancaman, Aipda Agus sempat berupaya melarikan diri, namun dua orang pelaku langsung mengayunkan samurai ke arah korban.
"Saat korban melihat adanya ancaman, korban berusaha menyelamatkan diri. Namun, dua orang pelaku langsung mengayunkan senjata tajam jenis samurai ke arah korban. Korban kemudian berusaha menahan sabetan tersebut dengan tangan kirinya," jelas Henry.
Henry mengungkapkan akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian tangan. Korban juga kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari motornya di badan jalan.
"Dalam kondisi tersebut, para pelaku kembali melakukan penganiayaan dengan menyerang sejumlah bagian tubuh korban, termasuk pada bagian tangan dan kaki," bebernya.
Setelah melakukan aksinya, keempat pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban di tempat kejadian perkara (TKP). Saksi kemudian memberikan pertolongan ke korban dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Korban telah dievakuasi ke RSUD Paniai di Madi untuk mendapatkan perawatan medis atas luka yang dialaminya," ujarnya.
Aipda Agus Sugianto, anggota Polsek Kamu, dikeroyok empat OTK bersenjata samurai di Dogiyai, Papua Tengah. (dok. istimewa) |
Polda Papua Tengah Kirim Tim Kejar Pelaku
Sebagai langkah cepat mengungkap kasus tersebut, Polda Papua Tengah telah mengirimkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) untuk membantu Polres Dogiyai melakukan penyelidikan, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik penyerangan.
"Saat ini, upaya untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengumpulkan keterangan maupun barang bukti terus dilakukan," kata Henry.
Dia menegaskan Polda Papua Tengah bersama Polres Dogiyai tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap para pelaku.
"Kami berharap masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian ini dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat segera terungkap," pungkas Henry.

