Nasib tragis menimpa tiga orang sekeluarga usai dibunuh pria bernama Aan Kurniawan (31) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pelaku yang merupakan rekan kerja korban melakukan pembunuhan karena sakit hati dituding pemalas.
Pembunuhan terjadi di sebuah tempat usaha pemotongan ayam, Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Minggu (26/7/2026) malam. Tiga orang tewas dalam insiden ini masing-masing pria bernama Jamil (32) beserta anaknya, Rizki (2) dan istrinya, Nurhanisa (32).
"Korban Jamil tinggal bersama istrinya, Nurhanisa dan anak mereka, Rizky yang berusia dua tahun di lokasi tempat pemotongan ayam," ujar Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby kepada wartawan, Senin (27/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikcom, berikut 8 pembunuhan satu keluarga di Palu:
1. Awalnya Ayah dan Anak Tewas di Tempat
Perbuatan pelaku awalnya membuat Jamil dan anaknya tewas di tempat kejadian. Polisi yang menerima laporan kemudian ke lokasi dan mengevakuasi kedua jenazah.
"Mengevakuasi 2 korban, satu orang anak kecil dan satu orang laki-laki berumur 32 tahun," beber Ismail.
Sementara istri Jamil dilarikan ke rumah sakit karena kritis. Polisi saat itu masih mengejar pelaku yang melarikan diri setelah melakukan pembunuhan.
"Satu perempuan berusia 23 tahun yang merupakan istri korban masih dirawat di RS Bhayangkara," bebernya.
2. Pelaku Pembunuhan Rekan Kerja Korban
Polisi yang melakukan penyelidikan mengungkap pelaku ternyata rekan kerja korban. Pelaku dan korban Jamil sama-sama kerja di tempat usaha pemotongan ayam milik warga bernama Soekardi.
"Antara korban dan terduga pelaku tidak ada hubungan keluarga. Mereka satu tempat kerja," ungkap Ismail.
Identitas pelaku terungkap berdasarkan keterangan saksi. Korban Jamil sempat bertemu dengan pelaku sebelum kejadian.
"Pada sore sebelum kejadian, saudara Jamil bersama bosnya sempat pergi mengambil sepeda motor di rumah terduga pelaku," ucapnya.
3. Tetangga Dengar Suara Ancaman Pelaku
Tetangga korban sempat mendengar keributan pada malam pembunuhan sekitar pukul 22.00 Wita. Saksi juga sempat mendengar suara ancaman dari pelaku ke istri Jamil.
"Saksi juga sempat mendengar seseorang berkata, 'kalau kau besar suaramu, saya bunuh juga kau'. Ucapan itu diduga ditujukan kepada istri korban," ucap Ismail.
Jamil tewas dengan luka tusukan di tubuhnya hingga istrinya ikut diserang. Sementara anak korban diduga meninggal akibat dibekap atau dibenturkan oleh pelaku.
"Kalau karena senjata tajam (anak korban meninggal), sepertinya tidak. Kemungkinan wajahnya ditindih menggunakan bantal atau benda lain," paparnya.
4. Istri Sempat Minta Tolong Usai Ditikam
Istri Jamil, Nurhanisa sempat menyampaikan kesaksiannya saat masih dirawat di rumah sakit. Dari rekaman video viral di medsos, dia mengaku terbangun untuk buang air kecil hingga melihat pelaku masuk dalam rumah.
Nurhanisa lantas segera masuk dalam kamar hingga diserang pelaku menggunakan pisau. Dia lalu berupaya mencari handphone (HP) untuk meminta pertolongan namun ponselnya tidak ditemukan.
Dalam kondisi terluka, Nurhanisa mengaku mendengar tetangganya datang ke rumah dan menanyakan kondisinya. Dia pun meminta pertolongan karena tidak mampu lagi berdiri.
"Baru ada tetangga datang tanya kenapa? Saya jawab, 'tolong, pak, saya habis ditusuk, tidak bisa bangun'. Sudah habis dari situ saya lihat ada yang rusak gembok, terus tetangga masuk," ungkap Nurhanisa.
5. Istri Meninggal Usai 10 Hari Dirawat
Kondisi Nurhanisa sempat membaik setelah menjalani operasi di rumah sakit. Mirisnya, kondisi kesehatannya mendadak menurun hingga meninggal dunia usai 10 hari dirawat tepatnya pada Rabu (5/8).
"Kondisinya tiba-tiba drop pascaoperasi. Tapi memang sebelum operasi dokter sudah bilang ke kami tidak bisa berharap penuh karena kondisi korban sudah sangat parah," ujar keluarga korban, Dilla kepada wartawan, Rabu (5/8).
Keluarga menjelaskan, luka tusuk yang dialami Nurhanisa menyebabkan sejumlah organ dalam mengalami kerusakan. Selain itu, pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung juga mengalami pendarahan hebat.
"Dokter menyampaikan organ dalamnya terkena tusukan. Pembuluh darah utama yang menuju jantung juga sempat diperiksa karena pendarahannya sangat hebat. Akhirnya memang tidak tertolong," jelasnya.
6. Pelaku Ditangkap Usai Sebulan Buron
Polisi akhirnya menangkap pelaku di kediaman keluarganya di Kecamatan Palu Barat, Rabu (26/8). Aan Kurniawan diamankan tanpa perlawanan.
"Tersangka selama ini bersembunyi di rumah atau gubuk di wilayah likuefaksi Balaroa, di sekitar areal likuefaksi Balaroa, selama satu bulan," ujar Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Boby kepada wartawan, Rabu (26/8).
Penyidik turut menyita pisau yang digunakan pelaku membunuh korban. Pisau itu sempat dibuang pelaku. Sementara dua HP milik korban masih dalam pencarian.
"Untuk sementara, karena di TKP pembunuhan, handphone korban ada dua yang hilang," ungkap Ismail.
7. Pelaku Sakit Hati Dituding Malas Kerja
Polisi mengungkap motif pelaku membunuh satu keluarga karena sakit hati. Aan menyimpan dendam setelah mengaku dituding malas kerja oleh korban Jamil.
"Motif sakit hatinya itu karena menurut tersangka, korban ini selalu menyampaikan bahwa pelaku malas dan pelaku sudah diberhentikan," ucap Ismail.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis dalam KUHP, yakni pasal 459, pasal 458 ayat (1), pasal 466 ayat (3) dan pasal 80 ayat (3). Pelaku langsung ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka.
"Untuk barang bukti yang diamankan sekarang, yaitu pisau yang digunakan tersangka untuk melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan meninggalnya seseorang," jelasnya.
8. Pembunuh Sekeluarga Jalani Prarekonstruksi
Sehari setelah ditangkap, pelaku langsung menjalani prarekonstruksi di lokasi pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatangan, Kamis (27/8). Pelaku memperagakan sejumlah adegan dalam melakukan tindak pidana.
"Mulai dari awal bagaimana dia masuk, sampai dia melakukan kegiatan, dan saat dia kembali dari melakukan tindak pidana," ujar Wakapolresta Palu AKBP Muhammad Ilham kepada wartawan, Kamis (27/8).
Prarekonstruksi ini nantinya akan dilanjutkan dengan rekonstruksi dan melibatkan pihak kejaksaan. Penyidik juga masih akan mendalami kembali keterangan tersangka termasuk motif melakukan pembunuhan.
"Untuk sementara yang kami gali dari keterangan tersangka, motifnya yaitu sakit hati. Dia sakit hati kepada korban, makanya korban dianiaya sampai mengakibatkan korban meninggal dunia," pungkasnya.
Simak Video "Menikmati Sauna Tradisional Kayu Putih dan Relaksasi di Palu "
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)
