Suasana malam di tempat pemotongan ayam di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berubah mencekam saat keluarga Jamil (32) diserang rekan kerja berinisial AK. Penyerangan itu membuat Jamil dan anaknya Rizki (2) tewas, sementara istrinya Nurhanisa (23) mengalami luka parah.
Pembunuhan satu keluarga itu terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Polisi langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi para korban.
"Mengevakuasi 2 korban (meninggal), satu orang anak kecil dan satu orang laki-laki berumur 32 tahun, dan satu perempuan berusia 23 tahun yang merupakan istri korban masih dirawat di RS Bhayangkara," kata Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby kepada wartawan, Senin (27/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ismail mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, satu keluarga itu diduga dibunuh pria inisial AK yang merupakan rekan kerja korban. Terduga pelaku kini dalam pengejaran aparat.
"Untuk identitas terduga pelaku sudah kami ketahui. Saat ini tim Jatanras yang dipimpin Ipda Rastra bersama Kanit Reskrim Polsek Palu Selatan Ipda Ridho, masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," bebernya.
Ismail mengungkapkan sebelum kejadian, korban Jamil dan bosnya sempat ke rumah terduga pelaku. Keduanya mengambil sepeda motor dari terduga pelaku kemudian kembali ke tempat usaha pemotongan ayam itu.
"Pada sore sebelum kejadian, saudara Jamil bersama bosnya sempat pergi mengambil sepeda motor di rumah terduga pelaku berinisial AK," bebernya.
Tetangga korban bernama Bahtiar lalu mendengar keributan dari rumah korban pada malam harinya. Saksi juga sempat mendengar nada ancaman dari terduga pelaku ke istri korban.
"Sekitar pukul 22.00 Wita, saksi atas nama Bahtiar yang merupakan tetangga korban bersama Ketua RT Pak Nurhamid, mendengar suara keributan dari rumah korban," ungkapnya.
"Saksi juga sempat mendengar seseorang berkata, kalau kau besar suaramu, saya bunuh juga kau! Ucapan itu diduga ditujukan kepada istri korban, Nurhanisa," lanjut Ismail.
Korban Jamil Tewas Ditikam
Menurut Ismail, pelaku lebih dulu menganiaya korban Jamil menggunakan senjata tajam (sajam) baru mengancam istri korban. Terkait motif, Ismail menegaskan penyidik masih mendalami karen terduga pelaku belum diamankan.
"Kemungkinan sebelum itu (istri korban diancam) pelaku sudah lebih dulu melakukan penganiayaan terhadap saudara Jamil hingga meninggal dunia, karena ditemukan beberapa luka tusuk pada tubuh korban," jelas Ismail.
Istri korban juga ditemukan dalam kondisi terluka parah akibat senjata tajam. Korban kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.
"Istri korban, Nurhanisa, sejak tadi malam masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara," ujarnya.
Sementara anak korban ditemukan meninggal tanpa luka akibat benda tajam. Bocah tersebut diduga dibunuh dengan dibekap bantal atau dibenturkan oleh pelaku.
"Kalau karena senjata tajam sepertinya tidak. Kemungkinan wajahnya ditindih menggunakan bantal atau benda lain," sebutnya.
Ismail menambahkan bahwa Jamil memang memiliki hubungan keluarga dengan pemilik usaha. Sementara terduga pelaku dan korban hanya kebetulan sama-sama dipekerjakan oleh pemilik usaha karena dari kampung yang sama.
"Pemilik usaha pemotongan ayam yang biasa dipanggil Ibu Haji, memang berasal dari kampung yang sama dengan terduga pelaku. Sedangkan korban Jamil dan istrinya, Nurhanisa merupakan keponakan dari Ibu Haji," imbuhnya.
Kesaksian Tetangga Korban
Tetangga korban, Bahtiar (49) mengungkap detik-detik mencekam saat korban ditemukan bersimbah darah. Bahtiar mengaku sempat mendengar suara tangisan dari rumah korban.
"Awalnya kami dengar suara menangis dari rumah itu. Yang menangis sepertinya ibu sama anaknya. Tidak berselang lama, suara tangisan itu tiba-tiba hilang," ujar Bahtiar kepada wartawan di lokasi, Senin (27/7).
Beberapa saat kemudian, Bahtiar kembali mendengar suara seseorang meminta tolong dari dalam rumah. Bahtiar lalu berinisiatif mendatangi rumah korban dan mencoba memanggil penghuni dari depan pagar.
"Ada juga suara minta tolong dari dalam rumah. Saya langsung ke depan pagar sambil berteriak, 'Komiu (kamu) tidak apa-apa?' Tapi tidak ada respons sama sekali," tuturnya.
Dia mengaku sempat mengira suara tersebut berasal dari pertengkaran rumah tangga antara korban dan istrinya. Saat itu, Bahtiar mengaku tidak menaruh curiga akan terjadi tindak kriminal.
"Awalnya kami pikir mungkin cuma cekcok rumah tangga," katanya.
Lanjut Bahtiar, tetangga lain juga keluar karena mendengar tangisan dari rumah korban. Warga kemudian menghubungi ketua RT dan aparat setempat karena tidak ada respons dari dalam rumah.
"Karena tidak ada respons, warga telepon RT. Tapi tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah. Selang beberapa waktu kemudian polisi datang," ujarnya.
Aparat kepolisian kemudian masuk ke dalam rumah. Jamil dan anak laki-lakinya sudah dalam keadaan meninggal, sementara istri korban masih hidup dengan kondisi luka berat.
"Pas polisi masuk, sudah didapat anak sama suaminya meninggal dunia. Suaminya sepertinya kena tusuk, kalau anaknya saya lihat mulutnya tertutup," ungkap Bahtiar.
Simak Video "Menikmati Sauna Tradisional Kayu Putih dan Relaksasi di Palu "
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)
