Hilang Jejak Sertu MB Usai Diduga Cabuli Bocah SD di Kendari

Sulawesi Tenggara

Hilang Jejak Sertu MB Usai Diduga Cabuli Bocah SD di Kendari

Tim detikcom - detikSulsel
Sabtu, 02 Mei 2026 07:36 WIB
Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny A.P. Girsang.
Foto: Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny A.P. Girsang. (dok. Istimewa)
Kendari -

Oknum anggota TNI berinisial Sertu MB diduga mencabuli bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sertu MB kini diburu setelah melarikan diri saat diinterogasi di Kodim 1417/Kendari.

Kasus ini bermula saat Sertu MB dilaporkan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur. Aksi asusila itu terjadi di rumah Sertu MB di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan (14/4/2026).

Sertu MB lantas diamankan dan menjalani pemeriksaan di kesatuannya di Kodim 1414/Kendari. Oknum prajurit TNI itu dimintai keterangan sebelum diserahkan ke Denpom XIV/3 Kendari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait pelakunya belum sempat diserahkan ke kita, saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur," kata Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela kepada wartawan, Kamis (30/4).

Haryadi mengatakan, oknum prajurit tersebut masih dalam pencarian. Dia memastikan kasus dugaan pencabulan ini akan diusut tuntas.

ADVERTISEMENT

"Kasus ini sedang dalam proses penyidikan dan kami tangani sesuai prosedur yang berlaku," tegas Haryadi.

Sementara itu, informasi pelarian Sertu MB telah diketahui keluarga korban. Sertu MB yang melarikan diri membuat keluarga korban justru semakin khawatir.

"Sempat tenang keluarga karena pelaku diamankan, tapi infonya dia kabur," ujar tante korban inisial VN saat dimintai konfirmasi, Kamis (30/4).

Keluarga mendesak TNI segera mencari dan menangkap kembali Sertu MB. Aksi yang dilakukan oknum prajurit tersebut telah membuat korban tertekan.

"Kondisi korban trauma dan butuh pendampingan psikologis," ujarnya.

Sertu MB Ditetapkan Jadi DPO

Sertu MB telah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kodim 1417/Kendari mengerahkan seluruh personel di tiap wilayah untuk mencari jejak keberadaan Sertu MB.

"Sementara ini kami masih melacak keberadaannya. Surat DPO sudah kami keluarkan dan seluruh personel kami arahkan melakukan pencarian," kata Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang kepada wartawan, Jumat (1/5).

Sertu MB juga turut berstatus tidak hadir tanpa izin (THI). Danny memastikan proses hukum yang melibatkan oknum prajuritnya tersebut akan berjalan secara transparan.

"Seluruh personel kami arahkan melakukan pencarian di wilayah yang berpeluang menjadi lokasi keberadaan pelaku," ungkap Danny.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga Sertu MB untuk kooperatif dalam perkara ini. Keluarga terduga pelaku diminta memberikan informasi jika mengetahui keberadaan Sertu MB.

"Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap istri pelaku di intel Korem. Kami juga berkomunikasi agar bisa membantu proses pencarian ini," imbuhnya.

Dandim Kendari Minta Maaf

Danny turut meminta maaf atas ulah Sertu MB yang diduga mencabuli bocah SD. Dandim 1417/Kendari ini menegaskan perbuatan Sertu MB tidak bisa ditoleransi.

"Kami memohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum ini dan kami berkomitmen tidak ada toleransi, akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku," kata Danny.

Kodim 1417/Kendari juga telah berkomunikasi secara intensif dengan keluarga korban. Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan memohon maaf atas dampak yang ditimbulkan, serta memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan," bebernya.

Menurut Danny, korban dan terduga pelaku masih ada hubungan keluarga. Danny juga masih mendalami dugaan oknum prajuritnya mencabuli korban berulang kali.

"Sementara ini kami dalami (Sertu MB mencabuli korban berulang kali), yang jelas kedua belah pihak bukan orang asing dan masih ada hubungan kekerabatan," ungkap Danny.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ponpes di Pati Ditutup Buntut Kasus Dugaan Pencabulan "
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads