Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang menyampaikan permohonan maaf usai prajuritnya, Sertu MB diduga mencabuli bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sertu MB kini dalam pencarian setelah kabur saat proses pemeriksaan.
"Kami memohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum ini dan kami berkomitmen tidak ada toleransi, akan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku," kata Danny kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).
Danny menegaskan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Sertu MB turut ditangani Denpom XIV/3 Kendari. Sertu MB kini berstatus tidak hadir tanpa izin (THI) dan sedang dalam pencarian intensif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini kami terus melakukan pencarian, termasuk mengeluarkan surat pencarian orang dan langkah-langkah hukum lainnya," katanya.
Danny memastikan proses hukum akan berjalan transparan. Dia menegaskan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penjatuhan sanksi tegas terhadap oknum prajurit.
"Kami tidak akan menutupi, semua akan jelas sesuai dengan proses hukum yang berjalan dan keputusan dari tim pemeriksa Denpom," tegas Danny.
Di sisi lain, Kodim 1417/Kendari juga telah berkomunikasi secara intensif dengan keluarga korban. Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan memohon maaf atas dampak yang ditimbulkan, serta memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan," ujarnya.
Dari hasil pendalaman awal menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara korban dan terduga pelaku. Danny juga masih mendalami dugaan oknum prajuritnya mencabuli korban berulang kali.
"Sementara ini kami dalami, yang jelas kedua belah pihak bukan orang asing dan masih ada hubungan kekerabatan," imbuh Danny.
Sertu MB Kabur Saat Diperiksa Kodim Kendari
Diketahui, dugaan pencabulan itu terjadi di rumah oknum TNI di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Selasa (14/4) lalu. Sertu MB lantas diamankan setelah dilaporkan oleh orang tua korban.
Kasus ini pun dilimpahkan penanganannya ke Denpom XIV/3 Kendari. Namun sebelum pelimpahan, Sertu MB melarikan diri saat masih dalam pemeriksaan Kodim 1417/Kendari, Rabu (15/4).
"Terkait pelakunya belum sempat diserahkan ke kita, saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur," kata Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela kepada wartawan, Kamis (30/4).
Sementara itu, tante korban berinisial VN mengaku sempat merasa lega ketika Sertu MB diamankan oleh aparat. Namun rasa tenang itu tidak berlangsung lama setelah keluarga mendapat informasi bahwa pelaku melarikan diri.
"Sempat tenang keluarga karena pelaku diamankan, tapi infonya dia kabur," ujar VN saat dimintai konfirmasi terpisah.
(sar/hsr)











































