Kabur dari Kodim Kendari Usai Diduga Cabuli Bocah SD, Sertu MB Jadi DPO

Sulawesi Tenggara

Kabur dari Kodim Kendari Usai Diduga Cabuli Bocah SD, Sertu MB Jadi DPO

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 01 Mei 2026 19:43 WIB
Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny A.P. Girsang.
Foto: Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny A.P. Girsang. (dok. Istimewa)
Kendari -

Kodim 1417/Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Sertu MB, oknum TNI yang diduga mencabuli bocah yang masih duduk di sekolah dasar (SD). Sertu MB sempat diamankan namun kabur sebelum dilimpahkan ke Denpom XIV/3 Kendari.

"Sementara ini kami masih melacak keberadaannya. Surat DPO sudah kami keluarkan dan seluruh personel kami arahkan melakukan pencarian," kata Komandan Kodim 1417/Kendari Letkol Arm Danny A.P. Girsang kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

Dia mengatakan upaya pengejaran dilakukan dengan melibatkan Denpom Kendari dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat penangkapan. Wilayah pencarian diperluas ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian Sertu MB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah meminta Denpom untuk melakukan pencarian dengan mengeluarkan surat pencarian orang. Sampai saat ini proses itu terus berjalan disertai langkah-langkah hukum lainnya," ujarnya.

Danny memastikan proses hukum akan berjalan secara terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Penanganan kasus akan disampaikan secara jelas sesuai hasil pemeriksaan aparat berwenang.

ADVERTISEMENT

"Kita akan terbuka sejauh mana proses hukum berjalan. Kami juga tidak akan menutupi, semua akan jelas sesuai dengan apa yang diputuskan," katanya.

Dalam proses penyelidikan, istri pelaku juga telah diperiksa untuk membantu pengungkapan kasus. Pemeriksaan dilakukan guna menggali informasi yang dapat mempercepat penangkapan pelaku.

"Sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap istri pelaku di intel Korem. Kami juga berkomunikasi agar bisa membantu proses pencarian ini," ungkapnya.

Selain itu, Danny mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban sejak awal kejadian. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus memastikan kepercayaan terhadap proses hukum.

"Sejak awal kami sudah melakukan komunikasi dan memohon maaf kepada keluarga korban. Kami juga meyakinkan bahwa proses hukum akan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku," bebernya.

Sertu MB Kabur dari Kodim Kendari

Diketahui, dugaan pencabulan itu terjadi di rumah Sertu MB di Kecamatan Ranomeeto, Konawe Selatan, Selasa (14/4). Sertu MB lantas diamankan setelah dilaporkan oleh orang tua korban.

Penanganan kasus ini kemudian dilimpahkan ke Denpom XIV/3 Kendari. Namun sebelum pelimpahan, Sertu MB melarikan diri saat masih dalam pemeriksaan Kodim 1417/Kendari, Rabu (15/4).

"Terkait pelakunya belum sempat diserahkan ke kita, saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur," kata Komandan Denpom XIV/3 Kendari Letkol CPM Haryadi Budaya Pela kepada wartawan, Kamis (30/4).

Sementara itu, tante korban berinisial VN mengaku sempat merasa lega ketika Sertu MB diamankan oleh aparat. Namun rasa tenang itu tidak berlangsung lama setelah keluarga mendapat informasi bahwa pelaku melarikan diri.

"Sempat tenang keluarga karena pelaku diamankan, tapi infonya dia kabur," ujar VN saat dimintai konfirmasi terpisah.



(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads