Oknum Staf Khusus Gubernur Sulut Dipecat Usai Diduga Lecehkan Wanita

Sulawesi Utara

Oknum Staf Khusus Gubernur Sulut Dipecat Usai Diduga Lecehkan Wanita

Fistel Mukuan - detikSulsel
Senin, 02 Feb 2026 13:33 WIB
Oknum Staf Khusus Gubernur Sulut Dipecat Usai Diduga Lecehkan Wanita
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang
Manado -

Oknum staf khusus Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Lumbaa, berinisial DD diduga melecehkan wanita inisial CL (23) di salah satu rumah makan di Manado. Pemprov Sulut langsung memecat DD sebagai staf khusus gubernur.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut, Denny Mangala menegaskan perbuatan DD tidak ada kaitannya dengan institusi tempatnya bekerja. Dia memastikan pemprov tidak akan melakukan intervensi terkait kasus DD.

"Kasus ini murni merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Gubernur Sulawesi Utara," kata Denny kepada detikcom, Senin (2/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DD diduga melecehkan korban di sebuah rumah makan di kawasan Sario, Kota Manado, Sabtu (31/1) pagi. Denny mengatakan korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Manado.

"Jangan perilaku pribadi membawa nama institusi apalagi dikaitkan dengan pimpinan daerah, itu tidak elok," tegas Denny.

ADVERTISEMENT

Dia mengaku pemprov langsung mengambil sikap setelah menerima laporan terkait perbuatan DD. Gubernur Sulut memerintahkan agar DD diberhentikan.

"Gubernur langsung memerintahkan agar oknum berinisial DD diberhentikan dari jabatannya sebagai Staf Khusus," beber Denny.

Dia menambahkan bahwa Pemprov Sulut menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Pemprov Sulut tidak akan intervensi jalannya proses hukum.

"Proses hukum sepenuhnya kami serahkan kepada aparat penegak hukum, tanpa adanya intervensi dalam bentuk apapun," katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto mengatakan personel Polsek Sario awalnya menerima laporan terkait keributan di lokasi. Namun setelah dicek, ternyata terjadi dugaan pelecehan.

"Awal kejadian adanya keributan di Sario, lalu anggota Polsek Sario turun TKP. Ternyata di lokasi ada dugaan kekerasan seksual," kata Elwin kepada detikcom.

Dia menambahkan bahwa korban membuat laporan ke Polresta Manado pada Minggu (1/2). Pelapor dan dua orang saksi di lokasi telah dimintai keterangan.

"Sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi. Saksi yang diperiksa korban dan dua orang yang ada di TKP," pungkasnya.




(hsr/asm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads