Tipu-tipu Oknum Polisi Berujung Sekeluarga di Makassar Dicegat Debt Collector

Tipu-tipu Oknum Polisi Berujung Sekeluarga di Makassar Dicegat Debt Collector

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 30 Nov 2022 06:30 WIB
Sekeluarga dicegat debt collector di Panakkukang, Makassar.
Foto: Oknum polisi dicegat debt collector saat di mal Makassar. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Oknum personel Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Aipda H diduga menjual mobil bodong. Aksi tipu-tipu itu membuat sekeluarga di Kota Makassar dicegat debt collector usai belanja di mal.

Kasus ini bermula saat pria bernama Haris (46) bersama istri dan dua putrinya yang masih bocah selesai berbelanja di mal di kawasan Panakkukang, Makassar pada Jumat (25/11) malam. Namun Haris saat itu dicegat oleh tiga hingga empat debt collector.

Para debt collector tersebut hendak menarik mobil Toyota Yaris yang dibawa oleh Haris. Para penagih utang itu juga langsung mendesak untuk melakukan pemeriksaan kendaraan tersebut.


"Memang (debt collector) datang langsung menyampaikan bahwa mobil ini dalam kondisi bermasalah. Terus meminta supaya ini, dia mau melakukan pengecekan langsung dengan mesin-mesin kan. Nomor rangka, nomor mesin," kata Haris.

Untuk melindungi keluarganya, Haris meminta agar masalah tersebut diselesaikan di kantor kepolisan terdekat. Haris lantas mengarahkan para debt collector ke Mapolsek Panakkukang.

"Harapan saya di Polsek itu sebenarnya apa ya, ada ini, ada mediasi di sana," tutur Haris.

"Cuma ya memang sesuai informasi itu di sana tertahan sampai berapa jam kan. Saya punya anak keluarga tertahan sampai jam 12 (malam) malah di sana," sambungnya.

Saat di Polsek Panakkukang, para debt collector masih mendesak Haris untuk menyerahkan mobil yang dikendarainya bersama keluarga. Karena merasa tidak mendapat solusi di Polsek Panakkukang, Haris akhirnya membawa persoalan tersebut ke Mapolda Sulsel.

"(Sikap Polsek Panakkukang) bertolak belakang dengan imbauan dari kepolisian pusat sebenarnya. Makanya harapan saya ke Panakkukang itu kan bisa sejalan nih Polsek dengan pusat ini, bahwa hal-hal yang ini yang meresahkan," ujarnya.

Pada saat di Mapolda Sulsel, Haris dan keluarganya lagi-lagi tertahan hingga pukul 02.00 Wita, Sabtu (26/11). Dia menyebut anaknya sampai kelelahan menunggu.

Hingga akhirnya mobil yang dikendarai Haris harus disimpan di bagian Propam Polda Sulsel. Haris pun mengaku resah karena para debt collector yang mengadangnya ini diduga tidak memegang dokumen-dokumen administrasi yang dibutuhkan untuk menarik mobil yang dipakainya bersama keluarga.

"Setelah saya telusuri memang untuk melaksanakan tugas-tugas (penarikan) seperti itu memang harus sesuai prosedur. Mungkin harus ada ID card resmi, surat tugas, surat penyitaan dari pengadilan," tukasnya.

Simak pengakuan pemilik mobil ngaku ditipu oknum polisi...