Penyerangan Rumah Eks Anggota DPD RI Litha Brent gegara Seng Pembatas Lahan

Penyerangan Rumah Eks Anggota DPD RI Litha Brent gegara Seng Pembatas Lahan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 18 Okt 2022 07:00 WIB
Konferensi Pers Kasus Penyerangan Rumah eks Anggota DPD RI Litha Brent
Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto (Foto: Dok. Istimewa)
Makassar -

Rumah milik eks anggota DPD RI Litha Brent di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) rusak karena diserang sekelompok orang. Penyerangan ini diduga gara-gara persoalan sengketa lahan dan pemasangan seng pembatas.

"Berawal dari adanya perselisihan antara Litha Brent dengan Ferdi atau Chandra yang memasang seng pembatas pada bangunan rumah Litha Brent," ungkap Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Hardiyanto, Senin (17/10/2022).

Pemasangan seng pembatas antara rumah Litha Brent dengan bangunan Rumah Makan (RM) Ati Raja milik Ferdi alias Chandra ini kemudian tidak diterima Litha Brent. Pihak Litha akhirnya membongkar seng pembatas tersebut.


"Selanjutnya pihak Litha Brent menjebol seng pembatas tersebut dengan menggunakan gurinda," terangnya.

Pembongkaran seng pembatas ini dinilai kemudian memicu sekelompok orang melakukan penyerangan terhadap rumah Litha Brent. Ini lantaran Ferdi dan Litha masing-masing berkeyakinan punya hak atas tanah yang batasnya diperselisihkan.

"Iya, karena kedua belah pihak ini berselisih pendapat, merasa mengklaim punya hak," tuturnya.

Imbasnya rumah Litha Brent di Jalan Gunung Merapi, Makassar, diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) Sabtu (15/10). Polisi kemudian mengamankan dua orang terduga pelaku penyerangan.

"Di sini kita langsung menindaklanjuti dan berhasil menangkap dua tersangka atas nama MI dan MS," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan beberapa alat bukti seperti batu hingga serpihan kaca. Budi menyebut kedua tersangka memiliki peran yang berbeda dalam peristiwa penyerangan.

"Yang satu melakukan pelemparan. Yang satu lagi merusak dengan cara mendorong kaca sehingga pecah," terangnya.

Kedua tersangka lanjutnya dijerat Pasal 170 KUHP, perusakan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. Namun polisi masih akan mendalami motif para tersangka melakukan perusakan.

"Motifnya, untuk sementara dari hasil keterangan si tersangka, dia dipancing oleh pihak sebelah untuk melakukan aksi. Namun itu baru keterangan sementara," bebernya.

Budi mengaku tidak ingin terlalu cepat membuat kesimpulan atas kasus ini. Pihaknya juga memastikan bahwa tersangka akan bertambah sehingga pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan akan didalami.

"Latar belakang motifnya, nanti kita akan dalami lagi. Tersangka pasti akan bertambah. Kita akan dalami siapa saja yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut," tukasnya.

Pengacara Litha Brent, Frans Lading sebelumnya mengungkapkan bahwa kliennya sempat terlibat persoalan sengketa tanah. Atas kejadian penyerangan itu kemudian Frans membuat laporan ke kepolisian.

"Kami sudah membuat laporan, karena awalnya persoalan di sebelah (sengketa lahan)," kata Frans dalam keterangannya, Minggu (16/10).



Simak Video "Menteri Hadi Tuntaskan Sengketa Lahan Puluhan Tahun Suku Anak Dalam"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/hmw)