Penyerangan Rumah Eks Anggota DPD Ri Litha Brent Diduga Dipicu Sengketa Lahan

Penyerangan Rumah Eks Anggota DPD Ri Litha Brent Diduga Dipicu Sengketa Lahan

Xenos Zulyunico - detikSulsel
Senin, 17 Okt 2022 14:22 WIB
Konferensi Pers Kasus Penyerangan Rumah eks Anggota DPD RI Litha Brent
Foto: Kapolrestabes Makassar Kombes BudiHaryanto. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Polisi mengungkap latar belakang penyerangan rumah milik mantan DPD RI Litha Brent di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Perusakan kediaman Litha Brent itu diduga dipicu sengketa lahan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Hardiyanto menjelaskan kisruh ini sekaitan batas lahan antara rumah Litha Brent dengan bangunan RM Makan (RM) Ati Raja milik Ferdi alias Chandra.

"Berawal dari adanya perselisihan antara Litha Brent dengan Ferdi atau Chandra yang memasang seng pembatas pada bangunan rumah Litha Brent," ungkap Kombes Budi Hardiyanto, Senin (17/10/2022).


Namun lanjut Budi, Litha Brent pun tidak terima dengan perbuatan pihak Ferdi. Hingga akhirnya pembatas yang dipasang Ferdi dibongkar oleh Litha Brent.

"Selanjutnya pihak Litha Brent menjebol seng pembatas tersebut dengan menggunakan gurinda," imbuhnya.

Budi mengatakan bahwa kejadian itu belakangan dianggap memicu sekelompok orang menyerang rumah Litha Brent. Pasalnya Litha dan Ferdi sama-sama merasa memiliki hak atas tanah yang batasnya diperselisihkan.

"Iya, karena kedua belah pihak ini berselisih pendapat, merasa mengklaim punya hak," katanya.

Atas hal itu, rumah Litha Brent di Jl Gunung Merapi, Makassar, diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) Sabtu (15/10). Dua orang terduga pelaku penyerangan pun sudah diamankan polisi.

"Di sini kita langsung menindaklanjuti dan berhasil menangkap dua tersangka atas nama MI dan MS," ujarnya.

Namun Budi tidak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan. Pihaknya akan terlebih dahulu mendalami kasus ini untuk mengetahui latar belakang dan motifnya.

"Latar belakang motifnya, nanti kita akan dalami lagi," tegas Budi.

Sebelumnya, pengacara Litha Brent, Frans Lading juga mengungkapkan bahwa kliennya sempat terlibat persoalan sengketa tanah. Atas kejadian penyerangan itu kemudian Frans membuat laporan ke kepolisian.

"Kami sudah membuat laporan, karena awalnya persoalan di sebelah (sengketa lahan)," kata Frans dalam keterangannya, Minggu (16/10)



Simak Video "Detik-detik Oknum Polisi Acungkan Pistol ke Santri di Sulsel"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hmw)