Tambah Ramai Simpatisan di Rumah Lukas Enembe di Tengah Isu Penjemputan KPK

Papua

Tambah Ramai Simpatisan di Rumah Lukas Enembe di Tengah Isu Penjemputan KPK

Tim detikcom - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 08:21 WIB
Demo simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura.
Foto: Demo simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura. (Wilpret Siagian)
Jayapura -

Rumah Gubernur Papua Lukas Enembe di Kota Jayapura, Papua, dijaga ketat massa simpatisannya. Mereka semakin ramai memadati kediaman Lukas Enembe di tengah isu penjemputan KPK.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal mengatakan, jumlah massa simpatisan beberapa hari terakhir fluktuatif sejak Lukas Enembe ditetapkan tersangka. Terakhir, ada sekitar 150 orang yang dilaporkan memadati rumah Lukas Enembe.

"Tadi sore (ramai sekali), sekitar 150-an tadi," sebut Kombes Kamal saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (30/9/2022).


Menurut Kombes Kamal, massa simpatisan Lukas Enembe datang dari daerah pegunungan. Mereka disebut dimobilisasi oleh tim Lukas Enembe.

"Memang dimobilisasi. Mereka ini kan turun dari gunung hampir sekitar 8-9 tahun yang lalu pasca dan menjelang Pilkada pertama itu. Tim pendukungnya dari pegunungan," ungkapnya.

Mereka datang menyuarakan penolakan Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi. Makanya massa simpatisan kerap datang memadati rumah Lukas Enembe.

Padahal kata Kombes Kamal, sebagian besar massa simpatisan tidak tahu duduk persoalan. Mereka sekadar datang memenuhi ajakan.

"Bukan mendengar, ya memang diajak tim-timnya mereka toh. Itu kan mereka enggak tahu apa-apa," imbuh Kombes Kamal.

1.800 Polisi Kawal Penjemputan Lukas Enembe

Diketahui, Gubernur Papua Lukas Enembe kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK usai ditetapkan tersangka kasus korupsi. Atas hal ini, Lukas Enembe rencananya dijemput langsung.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo siap membackup KPK. Sebanyak 1.800 personel disiagakan mengawal KPK melakukan penjemputan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Terkait dengan kasus Lukas Enembe. Kami telah menyiapkan 1.800 personel di Papua. Dan kami siap untuk membackup apabila memang KPK meminta," kata Sigit dalam konferensi di Mabes Polri, dilansir dari detikNews, Jumat (30/9).

Sigit menegaskan, langkah ini merupakan dukungan Polri kepada KPK. Untuk bersama-sama dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Tentunya kami juga mendukung penuh pemberantasan korupsi," tegasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.