Pengakuan Eks Danton Dalmas Enggan Mati Konyol saat Tragedi Paniai Berdarah

Papua

Pengakuan Eks Danton Dalmas Enggan Mati Konyol saat Tragedi Paniai Berdarah

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 29 Sep 2022 08:40 WIB
Mantan Danton Dalmas Polres Paniai Bripka Riddo Bagaray  usai jadi saksi di PN Makassar terkait sidang pelanggaran HAM berat Paniai.
Foto: Xenos Zulyunico Ginting/detikSulsel
Makassar -

Mantan Danton Dalmas Polres Paniai Bripka Riddo Bagaray mengungkap kondisi di depan Koramil 1705-02/Enarotali saat tragedi Paniai berdarah pada 8 Desember 2014 silam, sudah telanjur ricuh saat timnya tiba untuk melakukan pengamanan unjuk rasa. Riddo saat itu akhirnya hanya bisa bersembunyi di Polsek setempat karena enggan mati sia-sia alias mati konyol.

Bripka Riddo dihadirkan sebagai saksi pada sidang lanjutan kasus pelanggaran HAM berat Paniai di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (28/9). Jaksa awalnya menanyakan kepada saksi soal kondisi di depan Koramil saat timnya tiba untuk melakukan pengamanan unjuk rasa.

Riddo membenarkan situasi di depan Koramil memang sudah ricuh saat timnya tiba. Dalam dakwaan jaksa sebelumnya diungkapkan bahwa warga melakukan unjuk rasa untuk menuntut oknum TNI bertanggung jawab terkait dugaan penganiayaan terhadap warga sipil pada Minggu, 7 Desember 2014 malam.


"Sudah rusuh," kata Riddo.

Menurut Riddo, dia terpaksa mencari perlindungan ke Polsek Paniai Timur. Riddo tepatnya bersembunyi di belakang sebuah truk sampah bersama sejumlah anggotanya.

"Kami cari perlindungan Pak di Polsek. Di truk, belakang truk sampah Pak saya sama anggota saya," kata Riddo.

Namun Riddo juga menjelaskan bahwa dia sebenarnya sudah melepaskan tembakan peringatan saat massa sudah tak terkendali. Namun tembakan peringatan itu justru membuat massa semakin tak terkendali.

"Kami lakukan tembakan peringatan," katanya.

Simak selengkapnya pengakuan Eks Danton Dalmas Tak Mau Mati Konyol...