Polisi Selidiki Sopir Ambulans di Gowa Dikeroyok Remaja SMA

Polisi Selidiki Sopir Ambulans di Gowa Dikeroyok Remaja SMA

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Senin, 26 Sep 2022 18:36 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Foto: Dok.Detikcom
Gowa -

Polisi menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap Amiruddin (32), sopir ambulans di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban dikeroyok sejumlah remaja SMA tak jauh dari rumahnya.

"Masih dalam tahap penyelidikan. Baru saksi pelapor sudah dimintai keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Burhan saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (26/9/2022).

Pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Nuri, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Gowa pada Jumat (23/9) sekitar pukul 17.00 Wita. Burhan mengaku belum mengetahui identitas para pelaku.


"Belum diketahui karena dalam laporan itu cuman melapor dugaan penganiayaan, pelakunya belum diketahui identitasnya," ujar Burhan.

Terpisah, Amiruddin mengatakan peristiwa itu bermula saat dirinya baru tiba di rumahnya dari mengantar pasien di Gowa. Saat itu dia mendapat informasi ada sekelompok remaja sedang perang lempar batu di sekitar rumahnya.

Kemudian iparnya yang sedang hamil menuju ke TKP untuk melerai kedua kelompok remaja tersebut. Dia yang khawatir dengan kondisi iparnya menyusul ke TKP.

"Ini ipar ku pergi dia tegur itu anak-anak, saya temani mi jangan sampai dia yang dipukul apalagi ini iparku hamil ki," ujar Amiruddin.

Setelah melihat peristiwa tersebut Amiruddin mengaku mengambil tindakan dengan cara menegur. Namun bukannya didengar Amiruddin malah mendapat pukulan lalu dikeroyok.

"Pas saya tegur bilang jangan lempar batu nanti kena mobilnya orang malah ini anak-anak patua-tuai. Saya tanya mi kalau dinasehati ki mendengar ki. Di situmi langsung lompat keroyok saya tanpa sepatah dua kata," terangnya.

Atas peristiwa tersebut dia mengaku mengalami luka memar pada bagian pipi dan pelipis matanya. Amiruddin menyebutkan jumlah pelaku sekitar 10 orang, dua diantaranya dia kenali.

"Itu anak-anak SMA, adami juga yang tidak sekolah sekitar 10 orang. Warga di situ bilang meresahkan mi cuman tidak ada yang berani tegur, karena setiap malam memang katanya sudah merasakan. Setiap malam bede di situ main gitar," pungkasnya.



Simak Video "Longsor di Sulsel, Dua Orang Tewas Tertimbun Saat di Dalam Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/sar)