Satpol PP-Siswa SMA di Manado Saling Lapor soal Dugaan Penganiayaan

Sulawesi Utara

Satpol PP-Siswa SMA di Manado Saling Lapor soal Dugaan Penganiayaan

Trisno Mais - detikSulsel
Kamis, 22 Sep 2022 00:45 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi penganiayaan. (Edi Wahyono)
Manado -

Satpol PP Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan balik seorang siswa SMA atas tuduhan penganiayaan. Keluarga pelajar diketahui lebih dulu mempolisikan personel Satpol PP atas tuduhan telah melakukan kekerasan.

"(Satpol PP) ada buat laporan juga, kami sedang proses," kata Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Sugeng Wahyudi Santoso ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (21/9/2022).

Kasus dugaan penganiayaan tersebut terjadi saat Satpol PP melakukan penertiban di Lingkungan V, Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado pada Jumat (19/8). Dalam rekaman video yang viral di media sosial, seorang pelajar diduga dikeroyok sejumlah oknum Satpol PP.


Sugeng menuturkan, Satpol PP yang tidak terima tuduhan itu lantas melapor balik ke polisi. Pihaknya pun akan menangani kasus ini secara profesional.

"Benar ada laporan tersebut dan kita sementara proses," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, siswa SMA berinisial ME (17) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) diduga keroyok sejumlah anggota Satpol PP. Insiden tersebut diketahui terjadi pada 19 Agustus 2022.

Sugeng menjelaskan awalnya petugas Satpol PP melakukan penertiban. Namun masyarakat yang mengaku memiliki hak atas bangunan-bangunan itu menolak ditertibkan dan melakukan perlawanan.

"Saat terjadi kegiatan penertiban tersebut, tiba-tiba pelajar ME datang ke lokasi tersebut dan selanjutnya melihat ibunya sedang dikerumuni," kata Sugeng.

ME lalu datang di tengah petugas yang melakukan penertiban karena tidak terima ibunya dikerumuni petugas Satpol PP. ME menerobos masuk di tengah-tengah kerumunan petugas sambil berteriak-teriak.

"Anak tersebut sempat menepuk pundak salah satu petugas Pol PP sambil terus masuk ke kumpulan petugas Pol PP, akhirnya petugas Pol PP tersebut menarik ME dan mendorong hingga terjatuh dan mengenai motor di lokasi," imbuhnya.

Penjelasan Satpol PP Manado

Terpisah, Kasat Pol PP Manado Hanny Waworuntu membenarkan terkait laporan tersebut. Pihaknya melaporkan pelajar SMA tersebut tidak lama setelah penertiban di lokasi kejadian.

"Hari itu juga dilaporkan, sedang diproses," kata Hanny.

Hanny menjelaskan alasan pihaknya membuat laporan. Menurutnya pada saat itu yang bersangkutan keberatan karena mendapatkan penganiayaan saat sedang bertugas.

Saat itu anggotanya tidak ada niatan untuk melakukan tindakan represif. Namun karena personelnya lebih dulu dianiaya sehingga spontan membalas balik melakukan perlawanan.

"Karena dari awal anggota kita dipukul duluan, ada visum. Dia yang buat laporan," papar Hanny.

Selama ini pihaknya selalu mengajarkan terhadap seluruh personelnya bahwa saat menjalankan tugas harus mengedepankan upaya-upaya persuasif serta tidak bersikap arogan.

"Nah intinya kita senantiasa menyampaikan agar melaksanakan dengan persuasif dan humanis. Apabila ada anggota kita yang melakukan arogansi laporkan," ujarnya.



Simak Video "Viral Pelajar SMA Aniaya Siswi SMP di Sulut Gegara Rok Pendek"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/hsr)