Berita Nasional

Istri Irjen Ferdy Sambo Disangkakan Pasal Pembunuhan Berencana

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 19 Agu 2022 17:48 WIB
Tersangka baru kasus Brigadir J kembali diumumkan. Sosok tersebut adalah Putri Candrawathi, istri dari Ferdy Sambo yang juga tersangka kasus Brigadir J.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) dijerat pasal pembunuhan berencana kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Penetapan ini setelah Putri resmi jadi tersangka dalam insiden tersebut.

"Jadi pasal yang kami sangkakan terhadap Saudara PC adalah Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP," ungkap Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat jumpa pers di Mabes Polri dilansir dari detikNews, Jumat (19/8/2022).

Dengan begitu ada 5 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain Putri, sebelumnya ada Irjen Ferdy Sambo yang disebut merekayasa kronologi kasus pembunuhan itu menjadi baku tembak.


Selanjutnya Bharada E alias Bharada Richard Eliezer. Ada pun 2 tersangka lainnya juga merupakan bawahan Irjen Ferdy Sambo, di antaranya, Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM).

Atas perbuatan yang dilakukan, keempatnya dijerat Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Keempat tersangka ini juga ditahan.

Berikut bunyi pasal yang disangkakan kepada istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi;

Pasal 340 KUHP

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Pasal 338 KUHP

Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pasal 55 KUHP:

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
2. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.
(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56 KUHP:

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan ;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.



Simak Video "2 Alat Bukti yang Jerat Putri Candrawathi Jadi Tersangka Pembunuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)