Berita Nasional

LPSK Didesak Lindungi Istri Ferdy Sambo, Ini Respons Polda Metro

Tim detikNews - detikSulsel
Selasa, 16 Agu 2022 16:58 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. Sumber foto: Kombes Endra Zulpan,
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Foto: (dok.istimewa))
Jakarta -

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan buka suara merespons pernyataan LPSK yang mengaku didesak untuk lindungi istri Ferdy Sambo. Permohonanan itu diterima LPSK saat mengikuti agenda rapat di Polda Metro Jaya yang dipimpin Wadir Ditreskrimum AKBP Jerry Raymond Siagian.

Dilansir dari detikNews, Zulpan menyebut pihaknya menyerahkan kepada Mabes Polri seluruh perkara yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Silakan tanya ke Mabes Polri yang menangani kasus itu," kata Zulpan saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).


Zulpan pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai pernyataan LPSK yang menyebut pihaknya didesak mengabulkan permohonan perlindungan Putri Candrawathi melalui rapat bersama AKBP Jerry Raymond Siagian. Ia menyebut penyelidikan kasus tersebut merupakan wewenang penuh dari pihak Timsus dan Itsus yang telah dibentuk oleh Kapolri.

"Silakan tanya ke Mabes Polri karena kasus ini kan sudah dibentuk Timsus yang dibentuk oleh Bapak Kapolri. Jadi silakan tanya ke Mabes Polri mungkin yang lebih paham," tutur Zulpan.

Sebelumnya, Putri Candrawathisempat mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK. Putri mengajukan permohonan untuk dilindungi setelah mengaku sebagai korban kekerasan seksual oleh Brigadir Yoshua.

Pihak Putri juga telah melaporkan dugaan tindak pelecehan seksual oleh Brigadir J kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, laporan polisi itu telah dihentikan oleh Bareskrim Polri pekan lalu.

LPSK Sempat Didesak Kabulkan Permohonan Perlindungan Istri Sambo

LPSK mengungkap adanya 'pihak resmi' yang mendesak agar istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, segera mendapat perlindungan hukum. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyebut desakan itu terjadi saat menghadiri pertemuan di Polda Metro Jaya pada Jumat (29/7) lalu.

"Kita ada undangan pertemuan 29 Juli 2022 di Polda Metro Jaya. Dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh kementerian atau lembaga lain, jadi bukan hanya LPSK," papar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.

Diskusi itu juga dihadiri pihak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), tenaga ahli Kantor Staf Presiden, Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), lembaga swadaya masyarakat (LSM) beserta psikolog, termasuk LPSK.

Edwin membenarkan pertemuan itu dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian.

"Betul dihadiri, dipimpin oleh beliau," ujar Edwin.

Permohonan itu dilakukan karena Putri Candrawathi dianggap sebagai korban kekerasan seksual sehingga harus dilindungi sesuai dengan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

"Alasannya, (istri Ferdy Sambo) ini korban kekerasan seksual. Berdasarkan UU TPKS, harus segera dilindungi dan pelaksana perlindungannya adalah LPSK," ungkap Edwin.

Namun, LPSK menilai permohonan itu tidak bisa dikabulkan lantaran kasus dugaan pelecehan itu sudah ganjil dari awal. Pihak LPSK juga belum bisa mendapatkan keterangan secara utuh dari istri Irjen Ferdy Sambo.

"Hal itu tidak bisa kami kabulkan karena sejak awal kami melihat ada yang ganjil dan janggal. Juga kami belum mendapatkan kerja sama itu dengan Ibu PC sendiri. Ada syarat dalam UU yang belum dia penuhi," jelas Edwin.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/nvl)