Kronologi Pensiunan Guru di Tana Toraja Tewas Dibunuh Suami

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Sabtu, 13 Agu 2022 22:27 WIB
Lokasi wanita pensiunan guru tewas di Tana Toraja
Foto: Lokasi pensiunan guru di Tana Toraja tewas dibunuh. (Dokumen Istimewa)
Tana Toraja -

Teka-teki tewasnya pensiunan guru bernama Zubaedah (68) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpecahkan. Zubaedah tewas di tangan suaminya Hasan Basri (70) karena cekcok persoalan rumah tangga.

Insiden berdarah tersebut terjadi di kediamannya di Kelurahan Padan Iring, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, pada Rabu malam (27/7/2022) lalu. Atas penganiayaan itu, korban mengalami 20 luka tebasan senjata tajam dari pelaku.

"Dari pengakuan tersangka, dia menganiaya istrinya pada Rabu malam (27/7) lalu. Dari hasil otopsi ada 20 luka di tubuh korban, di bagian kepala sampai kaki," ungkap Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Sayid Ahmad kepada detikSulsel, Sabtu (13/8).


Hasan membunuh istrinya itu dengan motif meminta jatah bersetubuh. Namun sang istri menolak, malah menyuruh Hasan keluar dari rumah sembari melayangkan parang ke arah Hasan hingga melukai lengan sebelah kanan.

Tidak terima perlakuan istrinya itu, Hasan membalas melayangkan parang ke kepala Zubaedah, hingga sang istri tewas tergeletak di lantai.

Ahmad mengungkapkan, pihaknya menyelidiki kasus hingga penetapan tersangka selama kurang lebih dua pekan. Kecurigaan terhadap Hasan suami korban, bermula saat polisi menemukan Hasan berada di tempat kejadian saat penemuan jenasah korban.

"Pelaku ditemukan di lokasi kejadian saat penemuan jasad korban," bebernya.

Saat itu, Hasan juga ditemukan tergeletak penuh luka di badannya tidak jauh dari lokasi Zubaedah ditemukan tewas. Atas luka itu, Hasan harus dirawat intensif di RSUD Lakipadada Tana Toraja.

"Dia juga menderita luka, sehingga saat itu kami langsung membawanya ke rumah sakit untuk dirawat," ungkap Ahmad.

Pihaknya kemudian mendalami peran Hasan atas tewasnya Zubaedah dengan memeriksa beberapa pihak di antaranya, anak korban, saksi yang pertama kali menemukan jasad Zubaedah, dan Hasan sendiri.

Menurut Ahmad, awalnya Hasan tidak mengakui jika dia membunuh istrinya itu. Bahkan, Hasan sempat histeris di rumah sakit saat mengetahui istrinya tewas penuh luka senjata tajam.

"Kita dalami kehadiran pelaku di lokasi kejadian dengan memeriksa saksi-saksi. Saat diperiksa pelaku sempat tidak mengaku, bahkan histeris kalau istrinya itu meninggal dunia. Tapi kita tetap melakukan pemeriksaan lanjutan, dan menetapkan suami korban sebagai tersangka," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Zubaedah ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Kelurahan Padan Iring, Kecamatan Rantetayo Kabupaten Tana Toraja, Kamis (28/7) lalu. Saat ditemukan, jasad korban tergeletak di lantai dan bersimbah darah.



Simak Video "Palaku Pembunuhan Sadis IRT di Palopo Ternyata Sang Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)