Pensiunan Guru Tewas Bersimbah Darah di Toraja Ternyata Dibunuh Suami

Rachmat Ariadi - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 18:36 WIB
Lokasi wanita pensiunan guru tewas di Tana Toraja
Lokasi penemuan pensiunan guru di Tana Toraja yang tewas bersimbah darah. Foto: Dokumen Istimewa.
Tana Toraja -

Kasus kematian pensiunan guru bernama Zubaedah (68) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) memasuki babak baru. Suami korban, Muh Hasan Basri (70) ditetapkan sebagai tersangka utama dugaan pembunuhan istrinya sendiri.

"Kami sudah menetapkan suami korban MH sebagai tersangka utama. MH terbukti telah membunuh korban," kata Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi, kepada detikSulsel, Jumat (12/8/2022).

Juara mengungkapkan, motif MH membunuh korban karena cekcok saat MH meminta jatah berhubungan badan kepada korban. Namun, korban menolak permintaan itu dan menyuruh tersangka MH keluar dari rumah sembari melayangkan parang ke arah MH hingga melukai lengan sebelah kanannya.


Tersangka MH yang tidak terima dengan perlakuan itu lantas membalas dengan mengambil parang dan melakukan hal yang sama kepada korban hingga membabi buta menebas korban.

"Motifnya cekcok rumah tangga. Pelaku meminta berhubungan badan kepada korban tapi korban ini menolak. Pelaku sempat diparangi terlebih dahulu oleh korban. Karena tidak terima, pelaku membalas dengan cara membabi buta menebas kepala bagian kiri, leher, hingga ke bagian muka," ungkap Juara.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Sayid Ahmad mengutarakan, dari hasil autopsi korban ditemukan 20 bekas senjata tajam (sajam) di bagian kepala hingga kaki korban.

Saat ini, kata dia, pelaku sudah diamankan di tahanan Polres Tana Toraja dan akan dikenakan pasal 44 (3) UU RI No 23 tahun 2004, sub pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana minimal 15 tahun dan maksimal hukuman mati.

"Dari jasad korban kami temukan 20 bekas luka akibat sajam. Ada di bagian kepala hingga kaki. Sekarang pelaku yang merupakan suami korban sudah kami amankan. Kami kenakan pasal 44 (3) UU RI Nomor 23 tahun 2004, subsider pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana minimal 15 tahun, maksimal hukuman mati," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban pertama kali ditemukan oleh saudaranya, Abdul Sabir di rumah korban yang berada di Kelurahan Padan Iring, Kecamatan Rantetayo Kabupaten Tana Toraja sekitar pukul 12.30 Wita, Kamis (28/7) lalu.

Saat ditemukan, jasad korban tergeletak di lantai dan bersimbah darah. Tidak jauh dari lokasi itu, suami korban yang merupakan pelaku pembunuhan juga ditemukan tergelatak di lantai.



Simak Video "Siswa di Toraja 'Menantang Maut', Lewat Jembatan Reyot Demi ke Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/sar)