6 Hal yang Bikin Bharada E Berani Bongkar Irjen Sambo Pembunuh Brigadir J

Berita Nasional

6 Hal yang Bikin Bharada E Berani Bongkar Irjen Sambo Pembunuh Brigadir J

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 11 Agu 2022 06:00 WIB
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Foto: Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Pengakuan Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu menjadi salah satu faktor kunci terbongkarnya Irjen Ferdy Sambo di balik kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Terungkap juga sejumlah hal yang membuat Bharada E berani membuka sepak terjang mantan atasannya itu di balik tewasnya Yoshua.

Bharada E awalnya menjalankan skenario yang disusun Ferdy Sambo bahwa dirinya terlibat kontak tembak dengan Brigadir J. Bharada E kemudian memberikan kesaksian tersebut saat dirinya diperiksa oleh Komnas HAM pada Selasa (26/7).

Belakangan Bharada E terang-terangan mengakui dirinyalah yang menembak Brigadir Yoshua. Namun dia menegaskan dirinya melakukan itu atas perintah atasannya alias Irjen Ferdy Sambo dan tak ada adu tembak seperti yang dia sampaikan pada berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya.


"Ya, dia diperintah oleh atasannya," kata pengacara Bharada E, Deolipa Yumara saat dimintai konfirmasi, Minggu (7/8).

Dirangkum dari detikNews, berikut 6 hal yang membuat Bharada E akhirnya berani membongkar Irjen Ferdy Sambo sebagai pembunuh Brigadir J:

1. Tidak Nyaman

Deolipa Yumara mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Senin (8/8) lalu. Saat itu Deolipa menyampaikan beberapa hal yang mendorong Bharada E akhirnya lebih terbuka di kasus Brigadir J.

Deolipa mengatakan kliennya selama ini tertekan dan perasaannya tidak nyaman. Namun dia menegaskan tekanan itu bukan dari penyidik, melainkan tindakan Bharada E yang sudah menembak Brigadir J karena perintah Ferdy Sambo.

"Bharada E ini kan galau, dan tertekan, kemudian perasaannya tidak nyaman. Tidak nyaman bukan karena tekanan dari penyidik, tidak. Tapi tidak nyaman karena tindakan dia yang memang sudah dia lakukan, tapi dia harus mengatakan hal yang berbeda dari yang dia alami," kata Deolipa Yumara di Kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8).

2. Tekanan Masa Lalu

Masih di Kantor LPSK, Deolipa juga mengatakan kliennya mengalami tekanan masa lalu. Namun Deolipa saat itu tidak menjelaskan lebih jauh.

Deolipa awalnya mengatakan Bharada E yang lebih terbuka juga ada hubungannya dengan pergantian pengacara, namun itu bukan penyebab tunggal. Sebab, Bharada E juga mengalami tekanan masa lalu.

"Ya, mengubah keterangan ada kaitannya dengan pergantian pengacara juga. Ada kaitannya dengan masa lalu juga, tekanan-tekanan masa lalu," katanya.

Irjen Ferdy Sambo akhirnya selesai diperiksa oleh Dittipidum Bareskrim Polri. Sambo keluar dari kantor Dittipidum setelah diperiksa tujuh jam.6 Hal yang Bikin Bharada E Berani Bongkar Irjen Sambo Pembunuh Brigadir J. Foto: Rifkianto Nugroho

Halaman selanjutnya: skenario masa lalu...



Simak Video "Dugaan Pelecehan ke Istri Sambo: Dulu Duren Tiga, Kini Magelang"
[Gambas:Video 20detik]