Polisi Ungkap Remaja Cabuli Bocah di Jeneponto Terpengaruh Media Sosial

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Sabtu, 06 Agu 2022 22:26 WIB
Self defense, studio portrait of scared woman raising hands up in defense
Ilustrasi pencabulan. Foto: Getty Images/iStockphoto/triocean
Jeneponto -

Polisi menetapkan remaja inisial A (15) sebagai tersangka kasus pencabulan bocah perempuan inisial M (7) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi mengungkap A melakukan aksinya karena terpengaruh dari media sosial.

"Iya pengaruh media sosial yang terlalu bebas," kata Kasatreskrim Polres Jeneponto, Iptu Nasruddin saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (6/8/2022).

Nasruddin mengatakan memang banyak anak-anak di bawah umur yang saat ini menggunakan media sosial secara bebas tanpa pengawasan orang tua. Hal inilah yang kemudian kerap memicu perilaku tak terpuji dari anak-anak.


"Mungkin karena pengaruh sering nonton di HP (handphone), mungkin itu. Terlalu bebas sekarang anak-anak pakai android, anak-anak kecil itu. Itu salah satu pengaruh," terangnya.

Saat ini A sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto. Dia dijerat Undang-undang Perlindungan Anak.

"Udang-undang perlindungan anak, Pasal 80 atau 81," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi A ini terjadi pada Minggu (31/7) pukul 17.00 Wita di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. A melancarkan aksinya pada tetangganya sendiri inisial M di rumahnya.

Atas perbuatannya A langsung dijemput polisi untuk diamankan agar tak jadi amukan keluarga M.

"Diduga pelaku ini diamankan karena kalau tidak diamankan dibunuh di sana (di kediamannya)," ucap Nasruddin.



Simak Video "Bejat! Pengasuh Ponpes di Banjarnegara Cabuli 7 Santri Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/tau)