Jaksa Periksa 700 Anggota Satpol PP Makassar soal Dugaan Korupsi Honorarium

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Jumat, 05 Agu 2022 16:42 WIB
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel). (Hermawan/detikcom)
Foto: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel). (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Jaksa terus mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi honorarium tunjangan operasional Satpol PP Makassar di 14 kecamatan tahun 2017-2020. Penyidik memeriksa 700 orang saksi dari unsur Satpol PP Makassar.

"Jumlah pegawai atau tenaga Satpol PP saja di kurun waktu yang disidik itu menghampiri 700 orang," kata Kasidik Kejati Sulsel Andi Faik kepada detikSulsel, Jumat (5/8/2022).

Selain itu, penyidik juga akan memeriksa pihak terkait di luar Satpol PP Makassar agar fakta sebenarnya terungkap.


"Belum lagi saksi yang lain, selain pegawai atau tenaga Satpol PP Makassar," sebutnya.

Faik mengatakan pihaknya masih belum bisa menetapkan tersangka dengan alasan belum rampungnya pemeriksaan saksi-saksi itu.

Termasuk, beberapa tahapan ke depan masih harus dilaksanakan seperti perhitungan kerugian negara (PKN) oleh lembaga audit negara.

"Proses itu belum (penetapan tersangka) masih ada beberapa tahapan untuk sampai ke situ. PKN ini pastinya melibatkan lembaga lain, makanya kami tidak bisa mengira (kerugian negara) apalagi memastikan masa penuntasan perkara," ujar Faik.

Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi menyampaikan penyidik Kejati Sulsel menemukan sejumlah fakta bahwa modus operandi kasus dugaan korupsi honorarium Satpol PP Makassar bermula dari adanya dugaan penyusunan dan pengaturan penempatan personel Satpol PP yang bertugas di 14 kecamatan.

Akan tetapi faktanya sebagian dari petugas Satpol PP Makassar yang disebutkan namanya dalam BKO tidak pernah melaksanakan tugas dan anggaran honorarium dicairkan oleh pejabat yang tidak berwenang menerima honorarium Satpol PP tersebut.



Simak Video "Mencicipi Makanan Hotel yang Dimasak oleh Koki Handal, Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/tau)