Pasutri Bunuh Wanita yang Mayatnya Dibungkus Karung Emosi Ditagih Rp 100 Ribu

Darmawanti Adellia Adipradana - detikSulsel
Sabtu, 02 Jul 2022 18:56 WIB
Mayat wanita dalam karung di Makassar (Dok. Istimewa).
Foto: Mayat wanita dalam karung di Makassar (Dok. Istimewa).
Makassar -

Pasutri berinisial DT (41) dan DN (27) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terungkap memiliki utang Rp 500 ribu kepada Daeng Nillang (65), wanita yang mereka bunuh dan buang mayatnya dengan cara dibungkus karung. Namun pelaku DN membunuh korban setelah tidak mampu dan emosi saat ditagih Rp 100 ribu oleh korban.

Polisi mengatakan korban Daeng Nillang sebenarnya tidak mewajibkan pelaku DN melunasi sekaligus pinjaman Rp 500 ribu tersebut. Korban rutin ke rumah kontrakan tersangka hanya menagih seperlunya, yakni Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu dari total pinjaman Rp 500 ribu tersebut.

"Jadi pelaku (wanita DN) itu harus membayar setiap hari Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu utangnya itu, tapi tidak mampu," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak saat dihubungi detikSulsel, Sabtu (2/7/2022).


Namun setiap kali korban datang menagih, pelaku DN selalu tidak mampu melunasi utangnya meskipun hanya ditagih Rp 100 ribu saja. Akhirnya keduanya terlibat cekcok saat korban datang menagih pada Minggu (29/5).

"Ditagih terus, ditagih terus, akhirnya di tanggal 29 Mei itu sempat berdebat keras dari mulut yang lumayan," kata Rhoenald.

Menurut Rheonald, cekcok korban dan pelaku DN juga berlanjut pada keesokan harinya, Senin (30/5). Pasalnya korban kembali datang menagih uangnya dan keduanya kembali cekcok karena DN belum bisa membayar meski hanya ditagih Rp 100 ribu tersebut.

"Mungkin di situ mulai memicu sakit hatinya (pelaku), nah tanggal 30 paginya di situlah (Daeng Nillang dibunuh)," ungkap Rhoenald.

Dalam keterangan sebelumnya, polisi mengungkap Daeng Nillang sempat mendorong anak pelaku saat cekcok. Akibatnya pelaku emosi membunuh korban dengan cara dipukul batu bata hingga ditusuk dengan pisau dapur berkali-kali.

"Berawal korbannya datang menagih, mungkin terjadi cekcok mulut di situ akhirnya berlanjut pelaku DN tidak bisa mengendalikan emosi," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar Iptu Hamka kepada detikSulsel, Jumat (1/7).

"Dipukul batu paving block. Kemudian ditusuk menggunakan pisau berkali-kali pada bagian perut sehingga korban mengalami pendarahan serius dan meninggal dunia," imbuhnya.

Sementara suami DN, yakni DT dianggap turut serta melakukan pembunuhan. DT berperan memasukkan jenazah korban ke dalam karung dan membuangnya di semak-semak dekat tanggul di wilayah Somba Opu, Gowa.

"Setelah itu pelaku menunggu suaminya pulang kerja dan menyampaikan apa yang terjadi pada suaminya akhirnya pada malam itu juga sekitar jam 12 malam suaminya mengambil inisiatif membuang jenazah korban dibungkus pakai karung, dia siapkan karung dibawa ke daerah Gowa," katanya.



Simak Video "Polisi Ciduk Pembunuh Mayat dalam Karung di Legok"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)