Pelaku Pemerkosa-Paksa LGBT ABG Putri di Baubau Masuk DPO Polisi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Jumat, 10 Jun 2022 01:00 WIB
DPO pelaku pemerkosaan ABG di Baubau, Sultra.
Foto: DPO pelaku pemerkosaan ABG di Baubau, Sultra. (Dok. Istimewa)
Baubau -

Polisi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) pelaku pemerkosaan remaja putri inisial Y (16) dan dipaksa berhubungan dengan sesama jenis atau LGBT di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diketahui bernama Irfan (IR) yang sebelumnya mencabuli ABG dengan modus mengajarkan ilmu agama.

"Sudah kita terbitkan (DPO pelaku)," kata Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo kepada detikcom, Kamis (9/6/2022).

Dalam surat DPO bernomor: DPO/05/VI/2022/Reskrim disebutkan pelaku Irfan memiliki ciri-ciri kulit sawo matang dan hidung mancung, dan pekerjaan wiraswasta. Polisi mengaku masih minim informasi terkait alamat dan informasi pribadi pelaku.


"Iya minim (informasi pelaku)," beber Erwin.

Dia mengungkapkan penerbitan DPO terhadap pelaku berdasarkan berbagai pertimbangan. Salah satunya keyakinan penyidik menetapkan pelaku dengan bukti cukup yang memberatkan pelaku.

"Sampai saat ini keberadaan dari tersangka belum dapat ditemukan, karena HP-nya sudah tidak pernah aktif dan tidak ada alamat yang pasti, kita buatkan DPO," ujarnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat yang menemukan tersangka yang memiliki ciri-ciri dengan selebaran elektronik, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

"Apabila mengetahui DPO tersebut agar segera menghubungi kantor polisi terdekat," harap Erwin.

Terpisah, kuasa hukum korban Sarfin Salam berharap dengan diterbitkannya DPO terhadap pelaku, aparat kepolisian bisa segera menangkap pelaku dan diproses.

"Kami berharap dengan diterbitkan DPO ini polri segera menangkap tersangka," kata dia.

Dia berharap seluruh masyarakat segera menghubungi kepolisian setempat. Jika mengetahui keberadaan sesuai ciri-ciri yang ditemukan polisi.

Kasus Pemerkosaan Modus Ajar Ilmu Agama

Diketahui kasus ini melibatkan pelaku Irfan (IR) yang memperkosa Y (16) dengan modus mengajarkan ilmu agama. Pemerkosaan ini sudah dilakukan pelaku sejak April 2020

"Pelaku bercerita dan mengajarkan keduanya tentang ilmu Agama Islam, ilmu Tauhid, dan mengarahkan korban ke hal-hal perbuatan baik," ujar Kapolres Baubau AKPB Erwin Pratomo dalam keterangannya, Rabu (27/4).

Pelaku tidak hanya memperkosa Y. Irfan bahkan merekam tindakan asusilanya menggunakan ponsel miliknya. Belakangan, video itu kemudian dijadikan pelaku sebagai ancaman untuk kembali memperkosa korban.

"Saat ini anggota Opsnal saya posisi di Kendari bersama Resmob polda untuk lidik keberadaan pelaku," ungkap Erwin.



Simak Video "Dua Emak-emak di Pinrang Dibekuk Terkait Perdagangan Anak Lintas Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)