Kalimantan Utara

Polisi Usut Dugaan Mantan PSK Cabuli Remaja 16 Tahun di Kaltara

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Selasa, 24 Mei 2022 22:06 WIB
“Semalam sudah diperiksa 4 siswa dengan orang tuanya, mereka mengaku dikirimi berbagi gambar porno,” ujar Hendy.

Sejauh ini polisi belum menemukan indikasi adanya tindak asusila terhadap 4 siswi yang dikirimi chat porno. Namun polisi masih melakukan pendalaman.
        
“Hingga tadi malam, dari keempat siswi yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing,” tutur Hendy.
Foto: Ilustrasi kasus dugaan mantan PSK cabuli remaja 16 tahun di Kaltara. (Fuad/detikcom)
Nunukan -

Remaja berinisial DK (16) asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) diduga dicabuli mantan pekerja seks komersial (PSK) berinisial SR (42). Polisi sudah menahan pelaku dan masih mengusut kasus ini.

"Sekarang sudah kita tanganin, masih proses tahap penyelidikan, untuk pelaku sudah kita tahan, dan kita titipkan Polsek KSKP Pelabuhan Nunukan," ucap Kanit PPA Satreskrim Polres Nunukan, Ipda Martha Nuka saat dihubungi detikcom, Selasa (24/5/2022).

Sementara korban hingga kini belum dapat diajak komunikasi lantaran mengalami trauma. DK pun sementara menjalani perawatan intensif di rumah sakit (RS).


"Untuk korban belum bisa kita periksa karena masih dalam rawat inap. Sementara kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter yang menangani, dokter spesial anak, jiwa, kulit, dan dokter kelamin," ujar dia.

Martha menjelaskan, perbuatan asusila ini dilakukan sejak Februari hingga Mei 2022 di Kabupaten Nunukan. Awalnya pelaku dan korban menjalin hubungan atas dasar suka sama suka.

"Iya, mereka awalnya pacaran, kenal dari Tiktok dan Facebook. Awalnya suka sama suka," ucap Martha.

Korban DK bahkan sering meminta izin dari sekolah demi bertemu SR. Mereka bertemu di sebuah rumah yang disewa pelaku.

"Korban ini tinggalnya di asrama sekolah, biasanya kalau korban keluar minta izinnya mau ke rumah ibadah, padahal bertemu dengan pelaku di rumah sewa," sambung dia.

Sejak mengenal SR di media sosial, korban DK mengalami perubahan sikap. Korban lebih sering diam dan sesekali tertawa tanpa sebab.

"Korban mengenal pelaku dari Tiktok dan Facebook sejak Februari 2022. Saat mengenal pelaku perilaku korban sudah berubah," terang Martha.

Perubahan sikap itu pertama kali diketahui pihak sekolah yang khawatir hingga melaporkannya ke orang tua korban. Belakangan orang tua mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan lantas melaporkan kasus ini ke polisi.

"Kita terima laporan orang tua korban pada 20 Mei 2022. Kami langsung lakukan penyelidikan dan kami amankan pelaku di rumahnya pada hari itu juga," beber dia.

Sementara pelaku SR kepada polisi mengaku sebagai mantan PSK. SR menyebut hubungannya dengan korban DK sebagai pasangan kekasih yang kenal dari media sosial, dan sering melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Pelaku mengakui mantan pekerja seks komersial, tapi sudah enggak kerja itu, seperti yang dituduhkan keluarga korban," sebut dia.

Atas perbuatannya, SR dikenakan Pasal 81 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan Anak juncto Pasal 64 KUHP tentang Perbuatan Berlanjut.

"Ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun," jelas Martha.



Simak Video "Aksi Bejat Pria di Palembang: Cabuli Anak Tiri Usai Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/nvl)