Kalimantan Utara

Terungkap 48 Santri Korban Pencabulan Pria Kaltara, 5 Alami Trauma Berat

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 31 Mar 2022 09:00 WIB
Ilustrasi kekerasan pada anak
Foto: Getty Images/Imgorthand
Tarakan -

Terungkap sudah jumlah santri korban pencabulan pemuda berinisial RD (22) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). RD yang mengaku lupa jumlah korbannya ternyata mencabuli total 48 santri dengan 5 di antaranya trauma berat.

Jumlah 48 korban tersebut terungkap saat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan turun tangan melakukan asesmen korban. Asesmen dilakukan terhadap total 200 santri.

"Dari 200 santri yang ada di pesantren tersebut, ada 48 anak yang mengaku menjadi korban dari pelaku," ujar Kepala Dinas DP3APPKB Kota Tarakan, Maryam saat dihubungi detikcom, Rabu (30/3/2022).


Maryam menyebut para santri yang menjadi korban RD ada yang telah dicabuli berulang-ulang alias lebih dari satu kali. Akibatnya korban trauma.

"Jadi dari 48 anak ini, ada 5 anak yang mengaku dilecehkan berulang-ulang oleh korban, dan ada yang 2 sampai 3 kali, dan ada juga yang hanya sekali," ungkapnya.

Maryam mengatakan, lima santri korban pencabulan RD masuk dalam kategori trauma berat. Pihaknya masih melakukan pendampingan khusus terhadap lima korban tersebut.

"Untuk lima anak ini memang perlu asesmen secara privat, lantaran kelima santri ini dilecehkan berulang-ulang oleh pelaku dan saat ini mengalami trauma berat," tuturnya.

Pelaku Imingi Korban Tak Sakit saat Disunat

Menurut Maryam, pelaku RD mencabuli santri awalnya mengiming-imingi korbannya. RD meyakinkan korban tidak akan merasa sakit saat menjalani sunat.

"Rata-rata para korban diiming-iming pelaku, jika sunat tidak merasakan sakit. Karena korban masih belum mengerti mereka mengiyakan," ungkapnya.

Diketahui, RD sebenarnya bukan penghuni pondok pesantren (ponspes). Namun RD memiliki akses ke dalam pesantren yang mana dia kerap mengikuti kegiatan ponpes sehingga dibiarkan masuk ke lingkungan santri.

Terungkap pula bahwa RD bahkan diberi kepercayaan oleh pihak ponpes untuk mengawasi para santri.

"Memang secara ilmu agama pelaku ini memumpuni, jadi dia sering ikut di setiap kegiatan Ponpres, dan dia (RD) dipercayai untuk mengawasi anak-anak," ujarnya.

Akibat kejadian ini, Maryam berharap para orang tua yang anaknya menjadi korban pencabulan RD melapor ke pihak PPA agar korban dapat memperbaiki psikologisnya pascapencabulan.

"Pemerintah sangat mengharapkan orang tua jangan malu untuk melapor, karena setiap korban harus mendapatkan terapi, agar hal serupa tak terulang, karena para pelaku pelecehan seksual kebanyakan dulunya merupakan korban," ucapnya.

"Kami juga meminta kepada pihak sekolah maupun pesantren agar dapat melakukan rekrutmen kepada pengajar tidak hanya melihat secara keilmuan, tapi juga pisokologi para pengajar," imbuhnya.

Pelaku Akui Cabuli Banyak Santri Tapi Lupa Jumlahnya

Diberitakan sebelumnya, pemuda berinisial RD (22) membuat geger karena mencabuli santri sejak 2016 silam. RD bahkan mengakui memiliki banyak korban sampai lupa jumlah persisnya.

Pemuda RD mencabuli anak laki-laki di Pondok Pesantren di Kecamatan Tarakan Utara. RD merupakan warga sekitar dan kerap ibadah di masjid tak jauh dari Ponpes para korban.

Pelaku RD disebut aktif dalam pengajian dan mengikuti majelis taklim yang digelar salah satu pesantren. Tindakan pencabulan tersebut dilakukan RD saat para korban keadaan tertidur.

"Kita amankan pelaku pada Selasa (8/3), saat diamankan pelaku mengakui perbuatannya," ungkap Kapolsek Tarakan Utara AKP Kistaya saat dihubungi detikcom, Selasa (29/3).

Kepada polisi, RD tak menampik dan bahkan mengakui jumlah korbannya memang banyak. Pasalnya sudah bertahun-tahun RD melancarkan aksinya.

"Pengakuan dari pelaku memang banyak melakukan pelecehan seksual, terhitung sejak 2016, pelaku sendiri tak tahu jumlah anak yang dilecehkan karena banyak," terangnya.



Simak Video "Bejat! Pimpinan Ponpes di Kuningan Cabuli 8 Santrinya"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)