Balita Korban Kekerasan Seksual Kakek Tiri Kini Butuh Pemulihan Psikologis

Tim detikSulsel - detikSulsel
Minggu, 20 Mar 2022 06:01 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi balita korban kekerasan seksual butuh pemulihan psikologis (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Jeneponto -

Balita korban kekerasan seksual kakek tiri di Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini sudah dipulangkan pihak rumah sakit karena kondisinya kian membaik. Kendati demikian, korban masih harus menjalani pemulihan psikologis.

Balita korban kekerasan seksual awalnya dilarikan ke RSUD Jeneponto pada Minggu (6/3). Balita malang itu menjalani operasi di RS Unhas, Makassar, Selasa (8/3) akibat pendarahan alat vital dan diperkenankan pulang pada Jumat (18/3).

"Kondisinya semakin membaik jadi sudah bisa pulang," ujar Kepala UPT PPA Sulsel Meisye Papayungan kepada detikSulsel, Sabtu (19/3/2022).


"Jadi tinggal nanti pemulihan psikologis saja," sambung Meisye.

Balita korban kekerasan seksual itu kini sudah diamankan di rumah aman PPA Sulsel. Sang balita kini ditemani oleh ayah dan tantenya.

"Jadi kita harap pemulihan psikologis berjalan baik karena dia didampingi dengan orang-orang yang dekat dan dia percaya, nyaman sehingga pelan-pelan merehabilitasi kondisi psikologisnya," tutur Meisye.

Seperti diketahui, balita korban kekerasan seksual itu dicabuli kakek tirinya di Jeneponto, Sulsel pada Minggu (6/3). Korban mengalami pendarahan alat vital sehingga dirujuk dari RSUD Jeneponto menuju RS Unhas Makassar.

Pencabulan balita korban kekerasan terjadi di kamar mandi. Kakek H berdalih tangannya tak sengaja masuk ke dalam alat vital korban.

Karena alat vital korban mengalami pendarahan hebat, pelaku membawa korban kembali ke ayunan. H berupaya menutupi perbuatannya dengan cara menaburi alat vital korban dengan bedak.

Pendarahan hebat terus dialami korban. Sehingga tante korban yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan korban ke Puskesmas.

"Dibawa ke Pustu, Puskesmas terus ke rumah sakit," tutur Yudha.



Simak Video "Duh, LPSK Sebut Tren Kekerasan Seksual pada Wanita-Anak Meningkat"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)