Mengenal Kain Tenun Masalili Muna yang Pernah Dipakai Jokowi

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Kamis, 24 Feb 2022 08:54 WIB
Kain tenun Masalili
Foto: Kain tenun Masalili khas Muna yang pernah dipakai Jokowi (Nadhir Attamimi/detikSulsel)
Kendari -

Kain tenun Masalili khas Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) identik dengan motif yang khas dan warnanya yang cerah. Rahasianya karena masih mempertahankan pewarna alami.

"Kalau tenun pewarna alami memang kainnya mahal, ada yang harganya bisa sampai Rp 2,5 juta per lembarnya tergantung motifnya," kata Sitti Erni, seorang perajin tenun asal Desa Masalili, kepada detikSulsel, Rabu (23/2/2022).

Dia menuturkan meskipun harus dilepas dengan mahal, para perajin tetap pertahankan penggunaan warna alami dalam setiap hasil tenunan karena berprinsip kualitas mesti tetap nomor wahid.


Wanita yang mengelola para perajin tenun yang tergabung dalam Annisa Tenun Masalili ini mengatakan hasil tenunan menggunakan pewarna alami memang mahal, sebanding dengan cara dan waktu pengerjaannya.

"Orang-orang kan kalau beli apalagi turis-turis lihatnya dari kualitas, jadi masalah harga biasa saja," paparnya.

Tenun Masalili sendiri memiliki ciri khusus dengan menggunakan teknik sobi dalam pengerjaannya. Teknik dimana dalam menenun benang, warna hanya dipermukaan saja, sedangkan didalam nya masih polos.

"Teknik Tenun Sobi kami gunakan disini untuk menenun benang-benang," papar dia.

Pewarna Alami Tenun Masalili

Untuk pewarnaan, Erni mengungkapkan beberapa jenis tanaman yang digunakan untuk membuat pewarna alami seperti daun mangga, kulit mahoni, hingga kayu secang.

"Kalau daun mangga, cari daun setengah tua terus direbus selama 3 jam," ujar dia.

Setelah direbus, daun mangga akan meninggalkan warna. Warna itulah yang digunakan sebagai pewarna alami. Namun untuk lebih mengawetkan, Erni dan rekannya menggunakan teknik tradisional.

Kain tenun MasaliliFoto: Proses pewarnaan kain tenun Masalili khas Muna, Sulawesi Tenggara (Nadhir Attamimi/detikSulsel)

"Setelah disaring, benang yang sudah diikat direndam ke dalam cairan pewarna alami, kemudian diikat namanya di-siksasi, itu teknik tradisional supaya tidak mudah luntur warnanya," paparnya.

Tenun Masalili Dipakai Jokowi

Kain Masalili ini pernah dibuatkan khusus untuk Jokowi dan rombongan VVIP untuk peringatan Hari Pers Nasional (HPN) menggunakan teknik Tenun Sobi khas Masalili. Kainnya menggunakan motif Robu atau bambu muda dengan hiasan bintang.

Motif yang tersemat dalam kain tenun yang dikenakan Presiden Jokowi memiliki makna mendalam untuk warga Kabupaten Muna, khususnya Desa Masalili, asal tenun itu. Ia mengungkapkan Robu atau bambu muda merupakan makanan tradisional masyarakat Muna.

"Robu itu makanan tradisional kami di sini, biasa dibuat sayur bambu muda, saya kira itu sangat cocok untuk dikenakan pak Jokowi," ujarnya.

Saat itu untuk dipakai rombongan Jokowi, ada 250 kain yang akan dipesan Dekranasda Sultra. Namun, benang tenun warna yang diinginkan hanya cukup untuk 25 kain saja.

"Benangnya hanya untuk 25 kain saja, jadi hanya itu yang dibuat," bebernya.

Proses pembuatan 25 kain tenun Masalili itu, Erni dan kelompok tenunnya membutuhkan waktu 10 hari. Setiap kain yang dikirim ke Jakarta berukuran 3,5 meter x 60 sentimeter dengan harga per kainnya Rp 600 ribu.



Simak Video "Momen Warga di Tanimbar Lari-larian Sambut Kedatangan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)