TTC BCA 2026, Guru se-Sulawesi Adu Kompetensi Inovasi Digital

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Kamis, 17 Sep 2026 17:36 WIB
Teacher Tech Championship (TTC) BCA 2026 di Hotel Santika Makassar. Foto: Andi Sitti Nurfaisah/detikSulsel
Makassar -

Sebanyak 12 tim guru SMA/MA dari enam provinsi di Sulawesi saling adu kompetensi pada babak semifinal Teacher Tech Championship (TTC) BCA 2026. Mereka didorong mengembangkan alat bantu pembelajaran berbasis teknologi yang berangkat dari persoalan di sekolah.

Babak semifinal tersebut berlangsung dalam rangkaian Teacher Innovator Bootcamp Bakti BCA pada 15-18 September 2026 di Hotel Santika, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ke-12 tim yang terdiri dari 24 guru tersebut terpilih setelah menyisihkan ratusan peserta di tahap penyisihan.

Mentor TTC BCA 2026 Muhammad Fauzi mengatakan program ini menjadi ruang bagi para guru untuk mengembangkan inovasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Menurutnya, alat yang dibuat peserta juga diarahkan untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam.

"Alat yang dibuat bisa membantu untuk menerapkan pembelajaran mendalam. Mendalam berarti menumbuhkan berkesadaran, menyenangkan," kata Fauzi kepada media di acara Bootcamp TTC BCA 2026, Kamis (17/9/2026).

Fauzi menjelaskan terdapat perbedaan konsep TTC tahun ini dibandingkan pelaksanaan pada 2025 lalu. Jika sebelumnya peserta menggunakan sejumlah perangkat yang telah disediakan, tahun ini para peserta merancang inovasi berdasarkan masalah kelas sendiri.

"Jadi, ini sekarang dibuat benar-benar (dari) masalah di kelasnya, mereka membuat gagasan kemudian mewujudkannya dalam sebuah alat inovasi bantu pembelajaran," ujarnya.

Ajang TTC BCA 2026 sendiri tercatat diikuti sekitar 357 tim terverifikasi dari berbagai wilayah di Sulawesi. Dari seluruh peserta, 12 tim terbaik melaju ke semifinal dan nantinya disaring menjadi enam finalis untuk berangkat ke Jakarta.

Sebelum penentuan finalis, ke-12 tim bakal mempresentasikan inovasinya pada tahap penjurian, Sabtu (19/9). Saat ini para peserta juga menjalani proses pengujian guna memastikan alat ciptaannya siap diuji.

"Hari ini kita melakukan testing karena nanti hari Sabtu diadakan penjurian. Jadi, dari testing itu, hari ini kita bisa tau kekurangan dari mereka apa atau apakah masih ada yang error (agar) bisa segera kita perbaiki," ucap Fauzi.

Lebih lanjut, Fauzi berharap para guru peserta dapat terus meningkatkan kapasitas dirinya secara mandiri setelah program usai. Ia berpesan agar semangat berinovasi ini terus dibagikan kepada rekan sejawat lainnya.

"Kami bersyukur bisa mendapatkan guru-guru yang hebat dan punya komitmen luar biasa untuk terus belajar dan mengembangkan inovasinya. Harapannya mereka bisa terus meng-upgrade dirinya secara mandiri, kemudian memperluas dampak dan manfaatnya kepada Bapak/Ibu guru yang lain," tuturnya.




(ata/asm)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork