Presiden Serahkan DIPA-TKDD 2023, Sulsel Kebagian Anggaran Rp 52 T

Presiden Serahkan DIPA-TKDD 2023, Sulsel Kebagian Anggaran Rp 52 T

Ibrahim Rewa - detikSulsel
Kamis, 01 Des 2022 17:02 WIB
Suasana penyerahan DIPA dan TKDD 2023 di kantor Gubernur Sulsel.
Foto: Suasana penyerahan DIPA dan TKDD 2023 di kantor Gubernur Sulsel. (Ibrahim Rewa/detikSulsel)
Makassar -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggaran 2023. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diguyur anggaran dari pusat total Rp 52 triliun.

Penyerahan DIPA dan TKDD kepada kementerian dan lembaga hingga kepala daerah digelar secara virtual, Kamis (1/12/2022). Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) yang menerima DIPA dan TKDD dari pusat menekankan kepada 24 kabupaten/kota di Sulsel agar mengantisipasi terjadinya resesi ekonomi.

"Kita sekarang diperhadapkan dengan resesi global dunia. Sehingga penekanan bapak Presiden untuk tolong kepada seluruh aware bahwa kita ini dalam situasi bagaimana penanganan inflasi daerah," tuturnya di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.


Menurutnya, anggaran Rp 29,6 triliun untuk 24 kabupaten/kota di Sulsel harus dimanfaatkan dengan baik. Dia menekankan, anggaran itu untuk program pengendalian inflasi.

"Ini poin paling menakutkan dan tentunya menjadi konsen pertama yang paling utama dari bapak Presiden adalah pengendalian inflasi daerah," tuturnya.

"Kedua, bahwa konsen beliau itu kebijakan harus mengikuti termasuk BBI atau Bangga Buatan Indonesia dengan melaksanakan belanja-belanja produk lokal," sambung Andi Sudirman.

Dia pun mengimbau agar program padat karya semakin ditingkatkan. Anggaran dari pusat harus direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat secara langsung.

"Penegasannya adalah juga bagaimana padat karya. Kami minta kepada bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota mohon untuk padat karya di tingkat desa dan lurah. Karena pengangguran terjadi jika tidak ada pekerjaan-pekerjaan mereka," paparnya.

Namun Andi Sudirman juga menekankan pentingnya memperhatikan sumber daya manusia. Program kesehatan dan pemenuhan gizi tidak boleh diabaikan.

"Satu titik harus dipastikan dengan baik, gizi buruk, kesenjangan sosial di desa-desa, ini sangat penting, saya mohon," tutur Andi Sudirman.

Untuk diketahui, dari total belanja negara tahun 2023, Rp 52,77 triliun dialokasikan bagi Provinsi Sulsel yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 23,11 triliun untuk kementerian dan lembaga di Sulsel. Sedangkan alokasi TKD sebesar Rp 29,66 triliun untuk 24 instansi kabupaten/kota, termasuk Pemprov Sulsel.

Alokasi TKD Rp 29,6 T untuk pemerintah daerah terdiri beberapa komponen. Komponen Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 948,64 Miliar (3,20%), Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 18,42 Triliun (62,10%), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 2,45 Triliun, DAK Non Fisik sebesar Rp 5,63 Triliun, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 218,64 Miliar (0,74%), serta Dana Desa sebesar Rp 1, 99 Triliun (6,71%).

"Semuanya saya harap uang yang dikasih dihabiskan, jangan dikembalikan. Jangan dikembalikan, karena banyak juga yang kembalikan," tegas Andi Sudirman.



Simak Video "Jokowi Fokuskan APBN 2023 untuk 6 Hal Ini, Salah Satunya IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)