Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 5 hektare (Ha) terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diduga akibat warga membuka lahan baru dengan cara membakar. Petugas gabungan bersama warga masih berada di lokasi untuk berjaga-jaga karena sejumlah titik api belum padam.
"Warga bersama petugas masih siap-siaga mengantisipasi titik api yang berpotensi kembali berkobar," kata Kepala Desa Tapua, Andi Ahmad kepada wartawan, Jumat (9/10/2026)
Kebakaran itu terjadi di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Kamis (8/10) sekira pukul 17.00 Wita. Pembukaan lahan baru dengan cara membakar itu dilakukan warga pendatang.
"Luas lahan yang terbakar diperkirakan lima hektar. Diduga akibat warga pendatang buka lahan dengan cara membakar, merambah ke hutan," ungkapnya.
Sementara, Babinsa Koramil 02 Wonomulyo, Sertu Herman mengatakan, banyaknya tanaman dan rerumputan kering serta tiupan angin kencang membuat api cepat berkobar.
"Angin kencang membuat api cekat berkobar membakar tanaman dan rerumputan yang sudah lama mengering akibat kemarau panjang," ujarnya.
Dia menyebut proses pemadaman api terpaksa dilakukan menggunakan alat seadanya. Sebab, akses jalan menuju lokasi kebakaran yang berada di puncak gunung sulit dijangkau kendaraan.
"Kami berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya seperti tangka gendong dan ranting kayu. Sebab, lokasi kebakaran berada di puncak gunung yang sulit dijangkau kendaraan," pungkasnya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(asm/sar)