Karhutla 100 Ha di Polman 5 Hari Belum Padam, 2 Mobil Damkar Rusak

Sulawesi Barat

Karhutla 100 Ha di Polman 5 Hari Belum Padam, 2 Mobil Damkar Rusak

Abdy Febriady - detikSulsel
Senin, 21 Sep 2026 19:08 WIB
Kebakaran 100 hektar lahan di Polman belum berhasil dipadamkan hingga hari kelima.
Kebakaran 100 hektar lahan di Polman belum berhasil dipadamkan hingga hari kelima. Foto: Istimewa
Polman -

Kebakaran 100 hektare lahan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) belum berhasil dipadamkan hingga hari kelima. Upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala, mulai dari sulitnya akses menuju lokasi kebakaran hingga dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) mengalami kecelakaan dan kerusakan.

"Terkait kebakaran hutan dan lahan tersebut, pada hari ini masih berlangsung proses pemadaman. Jadi ini sudah memasuki hari kelima," kata Kepala UPTD Damkar Polman, Imran kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu terjadi di Dusun Dongi, Desa Paku, Kecamatan Binuang. Sedikitnya 100 hektare lahan produktif dilaporkan telah hangus terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau luasan itu kurang lebih 100 hektare yang terbakar. Lahan produktif, kebanyakan yang terbakar pohon bambu, pohon areng dan coklat," ungkap Imran.

Imran menyebut, upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala. Mulai dari sulitnya akses menuju lokasi kebakaran hingga medan perbukitan yang terjal dan dipenuhi bebatuan lepas yang dapat membahayakan keselamatan petugas damkar.

ADVERTISEMENT

Bahkan, selama proses penanganan karhutla di daerah tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) mengalami kecelakaan dan kerusakan.

"Kendala kami yaitu sulitnya akses menuju lokasi apalagi perbukitan, dan salah satu kendala kami juga di lapangan banyaknya batu-batu lepas yang bisa membahayakan anggota kami saat melakukan proses pemadaman," tuturnya.

"Tantangannya itu dia terjal, kenapa demikian, selama penanganan karhutla ini ada dua unit kami (mobil) mengalami insiden kecelakaan. Satu unit terguling saat menuju lokasi kebakaran, satu lagi rusak saat mencoba menjangkau lokasi kebakaran," sambungnya.

Menurut Imran, kebakaran terus meluas akibat tiupan angin kencang serta kondisi vegetasi yang mengering setelah kemarau berkepanjangan. Diakui, petugas gabungan masih berupaya memadamkan sejumlah titik api, terutama yang berada di sekitar pemukiman penduduk.

"Api yang dekat dengan permukiman kami gunakan unit armada kami untuk melakukan pemadaman. Yang tidak mampu kami jangkau karena jauh, kami menggunakan tangki gendong milik TNI dan BNPB," terangnya.

Imran mengungkapkan, selama kemarau berkepanjangan, pihaknya dapat menerima laporan hingga lima sampai sebelas peristiwa kebakaran dalam sehari, dengan lokasi kejadian yang tersebar di berbagai wilayah.

Tingginya frekuensi kejadian kebakaran tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menangani laporan yang masuk.

"Mengingat kemarau berkepanjangan kami tetap selalu standby untuk dapat mengkondisikan keadaan yang ada di lapangan. Ini laporan yang masuk kadang ada lima kadang ada sebelas setiap hari, lokasinya ujung pukul ujung," pungkasnya.

Diketahui, karhutla terjadi di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Polman sejak Kamis (16/9) malam. Proses pemadaman api dilakukan petugas dan warga hingga dini hari menggunakan alat seadanya.

"Kita padamkan dengan cara manual pakai tangki gendong, karena lokasi kebakaran tidak terjangkau mobil pemadam. Proses pemadaman api dilakukan sampai subuh," kata Imran.



(ata/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads