Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) sejak malam tadi. Sebanyak 100 hektare lahan sudah terbakar dan api belum juga padam.
"Ini tadi malam, seratus hektare lebih (luas lahan terbakar)," ujar Kepala UPTD Damkar Polman, Imran kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (17/9/2026).
Karhutla itu terjadi di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Polman pada Kamis (16/9) malam. Proses pemadaman api dilakukan petugas dan warga hingga dini hari menggunakan alat seadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita padamkan dengan cara manual pakai tangki gendong, karena lokasi kebakaran tidak terjangkau mobil pemadam. Proses pemadaman api dilakukan sampai subuh," kata Imran.
Dia menuturkan petugas dan warga kesulitan menjangkau semua titik api. Tiupan angin kencang di lokasi membuat api dengan cepat membesar dan menyebar.
"Satu titik saja, cuman menjalar terus itu api karena terbawa angin. Jadi api merambat terus ," tandasnya.
Camat Binuang Andi Saggaf mengatakan api berasal dari seberang gunung yang menyebar karena terbawa angin. Lahan yang terbakar berupa hutan dan belum sampai ke kebun warga.
"Inikan api menyebrang dari sebelah gunung, dari puncak turun ke bawah. Karena angin kencang sehingga bertebaran, pohon-pohon besar yang dihantam, terbakar semua," terangnya.
Dia mengungkapkan proses pemadaman terkendala peralatan dan medan yang terjal. Saat ini, petugas dan warga masih siaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi api merambat ke kebun.
"Sebagian bisa dipadamkan, sebagian tidak mampu dipadamkan dengan prediksi tidak akan meluas. Kami semua siaga bersama masyarakat karena kita khawatirkan jangan sampai melebar ke kebun produktif," tuturnya.
Saggaf mengaku belum mengetahui sumber api penyebab kebakaran. Meski begitu, dia menyebut kemarau panjang membuat pohon-pohon mengering hingga mudah terbakar.
"Kita belum tahu apa penyebab kebakaran. Karena tidak pernah turun hujan membuat pohon-pohon menjadi layu dan kering sehingga mudah terbakar. Sedikit saja pemicu bisa cepat meluas," terangnya.
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Saggaf mengimbau warga khususnya yang sedang berkebun agar tidak membuang puntung rokoknya pada sembarang tempat.
"Khususnya petani agar tidak buang puntung rokok sembarangan. Karena masih pakai gaya dulu, buang puntung rokok sembarangan, ketika berbalik tidak sadar menjadi penyebab kebakaran," pungkasnya.
