Menu makanan diet seringkali dipatok dengan harga yang mahal karena membutuhkan komposisi gizi yang beragam. Padahal, porsi dan komposisi di dalam makanan masih dapat terpenuhi dengan menu sederhana dan tetap terjangkau seperti yang biasa dijajakan di warteg.
Dilansir dari detikHealth, selain mengukur defisit kalori di dalam makanan, program diet juga perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan. Pola makan yang konsisten dapat terpenuhi melalui berbagai pilihan menu makanan sehari-hari yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga hemat biaya.
Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze menunjukkan salah satu contoh menu warteg yang bisa menjadi opsi bagi detikers yang sedang diet. Hanya dengan Rp 19 ribu, menu khas warteg tersebut sudah bisa memenuhi komposisi gizi seimbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nasi setengah porsi untuk kontrol karbohidrat. Protein hewani dapat dari telur, protein nabati dapat dari tempe, dan sayuran sebagai mikronutrien dan juga serat. Dan harganya cuma Rp19.000 loh," jelasnya.
Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan (TKPI), rincian kandungan gizi pada menu makanan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
- 100 gram nasi mengandung 180 kkal, 3 gram protein, 39,8 gram karbohidrat, dan 0,3 gram lemak.
- Satu butir telur rebus mengandung 70 kkal, 7 gram protein, 0,5 gram karbohidrat, dan 5 gram lemak.
- Tempe sebanyak 30 gram mengandung 105 kkal, 7,35 gram protein, 3,12 gram karbohidrat, dan 7, 98 gram lemak.
- Sawi putih sebanyak 30 gram mengandung 5 kkal, 0,3 gram protein, dan 0,6 gram karbohidrat.
Jika diakumulasikan, menu satu porsi warteg tersebut mengandung sekitar 360 kkal, dengan total protein yaitu 17,65 gram, karbohidrat 44,02 gram, dan lemak 13,28 gram. Contoh ini menjadi bukti bahwa menu sehat dengan gizi seimbang tidak selalu harus mahal.
Kini detikers dapat menjalani program diet yang sehat dengan biaya yang lebih terjangkau dan menu yang mengenyangkan. Karena kunci sukses menurunkan berat badan bukan terletak pada harga makanan, melainkan bagaimana memahami komposisi gizi dalam makanan yang dikonsumsi.
