Renungan Harian Katolik Jumat 25 September 2026 dapat menjadi bahan permenungan bagi umat untuk mengawali hari dengan hati yang tenang dan penuh pengharapan. Melalui bacaan liturgi hari ini, umat diajak membuka hati terhadap pesan Tuhan dan melihat kembali perjalanan hidup yang telah dijalani.
Renungan ini dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari berbagai kesibukan, mendengarkan sabda Tuhan, serta menemukan kekuatan untuk menjalani setiap tanggung jawab dengan iman. Mari meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan bacaan hari ini dengan hati yang terbuka.
Berikut Renungan Harian Katolik Jumat, 25 September 2026 lengkap dengan bacaan liturgi dan doa yang dapat digunakan sebagai bahan refleksi pribadi.
Yuk, simak selengkapnya!
Bacaan Harian Katolik Hari Ini 24 September 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Pkh 3:1-11
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Mazmur Tanggapan: Mzr 144:1a.2abc.3-4
Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.
Bacaan Injil: Luk 9:18-22
Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Renungan Hari Ini 24 September 2026: Roh Kebijaksanaan
Yesus bertanya kepada mereka, "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus, "Mesias dari Allah." (Luk. 9:20)
Petrus, mewakili teman-temannya, menjawab dengan benar atas pertanyaan Yesus tentang siapakah diri-Nya, yaitu Yesus adalah Mesias dari Allah. Namun mengapa Yesus memperingatkan mereka supaya jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.
Percakapan Yesus dan para murid-Nya ini terjadi di dekat Kaisarea Filipi, di Palestina Utara dan menandai langkah awal dari perjalanan penderitaan dan kematian Yesus di Yerusalem. Yesus melarang para murid menyebarkan percakapan ini karena Yesus ingin murid-murid-Nya memahami kemesiasan-Nya dengan benar. Pengakuan Petrus mencerminkan pengharapan para murid kepada Yesus untuk membebaskan Israel dari penindasan Romawi dan mendirikan kerajaan-Nya di dunia.
Nubuat Yesus yang pertama mengenai kesengsaraan-Nya adalah pemahaman yang diberikan Yesus mengenai Mesias.
Anak Manusia harus banyak menanggung penderitaan, ditolak, dan dibunuh. Ia akan dipulihkan dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Yesus ingin murid-murid-Nya mengerti, untuk mengikuti Sang Mesias, jalannya adalah jalan salib, bersedia memikulnya setiap hari. Kita juga diminta melakukan penyangkalan diri terhadap gambaran duniawi untuk sampai pada kehidupan kekal, Kerajaan Allah. Jadi sangat berbeda dengan harapan akan Mesias seperti yang dipikirkan oleh para murid.
Keterbatasan manusia membuat Firman yang diucapkan Yesus sering kali sulit dipahami, bahkan oleh murid-murid-Nya yang selalu bersama-Nya; juga kita yang mengaku sebagai murid-Nya. Yesus memahami kelemahan kedagingan kita, maka Ia mengajarkan kita untuk selalu memohon roh pengertian (Ef. 5:17-18), agar kita mampu memahami kebenaran iman yang diwahyukan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saya berjumpa dengan seorang lansia beberapa tahun yang lalu. Setelah itu, ia sering menghubungi saya untuk meminta bantuan. Saat ini kami sudah tinggal di kota yang berbeda. Saya merasa kasihan akan ketidakberdayaannya, namun sering juga merasa lelah dan bosan, ingin menolak untuk membantunya.
Dalam doa saya memohon pengertian. Saya mengingat betapa baiknya Allah dalam hidup saya. Allah menghadirkan lansia itu kepada saya agar saya juga murah hati. Allah memberi saya rezeki dan kemampuan untuk menolongnya, dan Ia ingin saya memilih jalan ini dengan sukacita.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Florentina Sri Retno Adji
Doa
Allah yang berbelas kasih, terima kasih atas pengorbanan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kami. Dalam kelemahan dan kerapuhan kami sebagai manusia, berilah kami selalu roh pengertian agar kami semakin mengenal-Mu dan dapat mengerti kehendak-Mu dalam setiap peristiwa dalam hidup kami. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Jumat, 25 September 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!
Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"
(alk/alk)