Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juli 2026: Kehendak Yesus

Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juli 2026: Kehendak Yesus

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Selasa, 14 Jul 2026 06:30 WIB
Renungan Katolik dan Alkitab Injil
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Freepik/jcomp)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi sarana bagi umat beriman untuk merenungkan Sabda Tuhan dan memperdalam hubungan dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci yang disertai refleksi, umat diajak menemukan makna firman Tuhan serta menerapkannya dalam sikap dan tindakan nyata.

Renungan Harian Katolik pada Selasa, 14 Juli 2026 mengangkat tema "Kehendak Yesus". Tema ini mengajak umat untuk menyadari bahwa mengikuti Kristus tidak cukup hanya dengan mendengarkan sabda-Nya, tetapi juga diwujudkan melalui ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya.

Untuk lebih lengkap, sebagai bekal untuk merenungkan Sabda Tuhan hari ini, berikut bacaan liturgi, teks Mazmur, Injil, serta renungan yang dapat membantu umat menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, cek selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 14 Juli 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yes 7:1-9

Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.

ADVERTISEMENT

Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: "Aram telah berkemah di wilayah Efraim," maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.

Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,

dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.

Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata:

Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,

maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi,

sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi.

Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya."

Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8

Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.

Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;

demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.

Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.

Bacaan Injil: Mat 11:20-24

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."

Renungan Hari Ini Selasa, 14 Juli 2026: Kehendak Yesus

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya. (Mat. 11:20)

Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, sehingga Ia selalu menyerukan pertobatan. Tanpa menyadari bahwa dirinya berdosa, manusia tidak mungkin merasa perlu bertobat.

Untuk itu, Yesus menghadirkan Kerajaan Allah/surga dengan mukjizat-mukjizat-Nya; menyembuhkan orang yang sudah lama sakit, membangkitkan orang mati, mengusir setan dan lainnya. "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!" (Mat 4:17).

Hanya Dia yang kudus yang turun dari surga yang dapat melakukan hal itu, manusia berdosa tidak mampu. Harapan-Nya manusia mau bertobat, tetapi ternyata banyak kota yang tidak mengindahkan seruan-Nya.

Yesus pun mengecam kota-kota yang tidak bertobat itu: Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Padahal ketiga kota ini adalah kotanya bangsa Israel dan di sana paling banyak terjadi mukjizat Yesus.

Sebaliknya Tirus, Sidon dan Sodom adalah kotanya bangsa lain, hanya sedikit mukjizat-Nya terjadi karena iman yang besar dari pemohonnya. Oleh karena itu, pada hari penghakiman kota yang tidak bertobat akan diturunkan ke dunia orang mati dan tanggungan akan lebih berat dari kota bangsa lain.

Selagi masih hidup di dunia, kita punya kesempatan untuk bertobat. Saya mendoakan beberapa orang selama lebih dari 2 tahun untuk menjadi lebih baik.

Semoga Tuhan masih memberi mereka waktu. Hasil pengamatan saya, bahwa orang yang memiliki sifat licik, serakah, busuk hati, sombong, egois akan tetap seperti itu sampai meninggal, tidak berubah kecuali bertobat.

Seperti kisah orang kaya dan Lazarus (Luk. 16:23). Orang kaya yang sudah di neraka tidak dapat meminta Lazarus (yang ada di pangkuan Abraham) untuk mengingatkan saudaranya agar jangan berbuat dosa seperti dirinya.

Setiap kali Misa, kita selalu berdoa tobat. Tetapi perzinahan, kecemaran, penipuan, keserakahan, hawa nafsu, dan sebagainya masih saja dilakukan.

Ada umat yang pernah masuk penjara karena menipu, masih saja menipu. Mereka berpikir nanti saja bertobat, masih banyak waktu.

Padahal ada saatnya pesta dosa akan usai, tiba-tiba dipanggil pulang. Pilihannya antara surga atau neraka.

Mari kita merenungkan apa yang Yesus kehendaki. Hanya satu hal tapi sukar dijalani yaitu: bertobat.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh Alexandra Suliana Nur

Doa Penutup

Yesus, ampuni kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Semoga mereka bertobat seperti yang Engkau kehendaki. Doa ini kami panjatkan dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa, kini dan selama-lamanya. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Selasa, 14 Juli 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads