4 Anggota OPM Ditembak Mati TNI di Intan Jaya

Papua Tengah

4 Anggota OPM Ditembak Mati TNI di Intan Jaya

Paulus Pulo - detikSulsel
Jumat, 25 Sep 2026 14:34 WIB
TNI terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kabupaten Intan Jaya.
TNI terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya. Foto: dok. istimewa
Intan Jaya -

TNI terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Sebanyak empat anggota OPM dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

"Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia," kata Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9). Penegakan hukum dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari potensi gangguan kelompok bersenjata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari empat anggota OPM yang tewas, dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung," jelas Riyanto.

ADVERTISEMENT

Dari lokasi kejadian, TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Kemudian satu magazin SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

"Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Riyanto menegaskan setiap tindakan prajurit di lapangan dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

"Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang," ujar Riyanto.



(hsr/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads