Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengambil sampel DNA keluarga Hasbiah (34), wanita asal Kabupaten Maros yang hingga kini belum ditemukan usai KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa. Sampel DNA tersebut akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri untuk proses identifikasi.
Kaur DVI Biddokkes Polda Sulsel Kompol Abd Rahman mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah keluarga Hasbiah dan mengambil sampel DNA keluarga lainnya di Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa (22/9). Sampel diambil dari dua kakak Hasbiah serta ibunya.
"Kami di Polda Sulawesi Selatan, DVI, melaksanakan pemeriksaan dan pengambilan sampel DNA kepada keluarga yang sampai saat ini ada satu ya dari Makassar dan itu kemarin kami sudah panggil keluarganya, mendatangi rumahnya, untuk diambil sampel DNA-nya. Sempat kami ambil ada dua kakak dari yang bersangkutan dan ibunya kita ambil juga sampel DNA-nya," ujar Kompol Abd Rahman kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Abd Rahman mengatakan, sampel DNA dari keluarga Hasbiah selanjutnya akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri. Pengiriman dilakukan sesuai permintaan dari Polda Kalimantan Selatan yang menangani proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8.
"Kami setelah mengambil sample ini, kami mengirim sesuai dengan permintaan dari Kalimantan Selatan ke Lab Pusdokkes DNA Mabes Polri nanti selanjutnya hasil akan dikirim ke daerah yang meminta yaitu Polda Kalimantan Selatan," katanya.
Untuk sampel dari keluarga Hasbiah, tim DVI mengambil sampel swab dari kakak Hasbiah. Sementara sampel dari ibunya berupa rambut karena yang bersangkutan tidak dapat datang langsung.
"Dari kakak Ibu Hasbiah ini kita ambil sample DNA berupa buccal swab dan darah kering. Sedangkan dari ibunya kita ambil sample rambut karena ibunya tidak sempat datang," beber Abd. Rahman.
Selain keluarga Hasbiah, tim DVI Polda Sulsel juga menerima laporan dari seorang pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Lazarus ECO (38) yang mengaku salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 merupakan adiknya bernama Yontianus Deno. Tim kemudian mengambil sampel DNA pria tersebut di Forensik Biddokkes Polda Sulsel.
"Kemudian di waktu bersamaan datang juga seorang laki-laki asal NTT juga melaporkan bahwa salah satu penumpang itu adalah adiknya dan kami juga sempat mengambil sample DNA-nya di Forensik Biddokkes Polda Sulsel," ungkap Abd Rahman.
Diketahui, Hasbiah merupakan salah satu kru musik KM Virgo Transport 8. Sebelum kapal terbalik, Hasbiah sempat menelepon ibunya, Hasnah, dan mengabarkan kondisi laut yang memburuk.
"Dia telepon saya waktu di kapal, di tempat dia bernyanyi. Dia bilang, 'Ummi, berdoa saja karena ombak kencang sekali'," kata Hasnah saat ditemui di rumahnya di Bonto Cabu, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Maros, Selasa (15/9).
Hasnah mengatakan putrinya juga sempat meminta dirinya menjaga anak-anaknya. Hasbiah diketahui memiliki empat anak yang selama ini berada di Maros dan diasuh oleh neneknya.
"Dia bilang, 'tolong lihat cucunya, Ummi'. Ombaknya kencang sekali. Berdoa saja Ummi karena kapal yang saya naiki ini sudah miring," tutur Hasnah.
Simak Video "Video: Diduga Jual 3 Anak, Pria di Makassar Laporkan Istrinya ke Polisi"
(asm/sar)