Tana Toraja

Sikap Mitra SPPG Salahkan Murid-Guru Makan Makanan MBG yang Bau

Ricdwan Abbas Bandaso - detikSulsel
Minggu, 06 Sep 2026 17:37 WIB
Foto: Perwakilan Yayasan Magnolia Champaca Virginiana bernama Louice Cristiana Mangontan selaku mitra SPPG. (Ricdwan/detikSulsel)
Tana Toraja -

Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ogah disalahkan sendiri terkait 173 siswa dan guru SMP diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihaknya malah balik menyalahkan korban yang tetap memakan makanan yang disajikan meski sudah tahu dalam kondisi berbau.

Diketahui, ratusan korban mulai mengeluh mengalami gangguan pencernaan hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) secara bertahap pada Kamis (3/9/2026). Siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

Seiring waktu, siswa dan guru yang diduga keracunan MBG dilaporkan bertambah. Laporan Satgas MBG Tator hingga Jumat (4/9) pukul 20.30 Wita, total 173 siswa dan dilarikan di tiga rumah sakit (RS) dan tiga puskesmas berbeda. Mereka mengeluh mengalami mual, muntah, pusing hingga diare.

Di RS Sinar Kasih tercatat ada 50 pasien, namun 42 orang di antaranya telah dipulangkan alias rawat jalan dan 8 lainnya masih rawat inap. Sementara di RSUD Lakipapada ada 79 orang rawat jalan dan 5 rawat inap.

Sementara di RS Fatima terdata ada 31 pasien yang sempat ditangani. Namun 25 orang di antaranya sudah menjalani rawat jalan dan 6 pasien lainnya masih rawat inap.

"Total di RS, rawat inap 19 orang dan rawat jalan 146 orang," ungkap Sekda Tana Toraja Rudhy Andi Lolo kepada detikSulsel, Sabtu (5/9).

Selain itu ada 8 pasien lainnya yang ditangani di tiga puskesmas meski saat ini sudah berstatus rawat jalan. Rinciannya, Puskesmas Rembon 2 orang, Puskesmas Batusura 2 pasien dan Puskesmas Makale 4 orang.

Sebagai informasi, menu MBG yang sempat disajikan adalah ayam dimasak kuning, tempe digoreng tepung, tumis sayur yang berisi labu siam, wortel dan jagung serta buah melon. MBG itu disediakan oleh SPPG Makale Batupapan 1.

Kasus dugaan keracunan MBG itu lantas disikapi DPRD Tana Toraja dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Jumat (4/9). Rapat dihadiri unsur Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari yang membawahi SPPG di Tator, pengelola SPPG Makale Batupapan 1, pihak yayasan yang menjadi mitra SPPG dan orang tua siswa.

RDP yang dipimpin Ketua DPRD Tator Kendek Rante tersebut sempat berjalan alot. Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dicecar sejumlah legislator maupun orang tua yang mempertanyakan penyebab siswa dan guru diduga keracunan MBG.

Dalam rapat tersebut, sikap perwakilan Yayasan Magnolia Champaca Virginiana bernama Louice Cristiana menuai sorotan. Yayasan yang menjadi mitra SPPG Makale Batupapan 1 ogah disalahkan sendiri dalam kasus dugaan keracunan dengan dalih sudah menyiapkan MBG sesuai standard operating procedure (SOP).

"Kami tidak bermaksud untuk membela diri sama sekali tapi saya menyampaikan tanggung jawab ini dengan kapasitas kami sebagai mitra bersama-sama dengan 3 orang BGN ya, termasuk dari yayasan kami melakukan SOP penentuan standar bahkan sudah berdiskusi dengan kepala SPPG," kata Louice.

Sejumlah anggota DPRD Tator masih sempat mencecar mitra SPPG untuk memberikan penjelasan secara gamblang penyebab terjadinya dugaan keracunan. Legislator juga meminta penjelasan terkait alur penyiapan dan distribusi MBG kepada siswa.

"Kami mendata semua sekolah, siswa-siswa yang memiliki alergi terhadap makanan-makanan tertentu. Karena di sini ada karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur mayur buah-buahan. Hal ini untuk meminimalkan risiko yang terjadi," jelas Louice.



Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"


(sar/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork