Bertambah Lagi, Siswa-Guru di Tator Diduga Keracunan MBG Tembus 173 Orang

Bertambah Lagi, Siswa-Guru di Tator Diduga Keracunan MBG Tembus 173 Orang

Syachrul Arsyad - detikSulsel
Sabtu, 05 Sep 2026 10:30 WIB
Ratusan siswa SMP di Tana Toraja diduga keracunan MBG dirawat di rumah sakit.
Foto: Ratusan siswa SMP di Tana Toraja diduga keracunan MBG dirawat di rumah sakit. (Ricdwan/detikSulsel)
Tana Toraja -

Siswa dan guru SMP yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), Kembali bertambah. Jumlah korban yang mengeluh mengalami gangguan perencanaan dilaporkan sudah mencapai 173 orang.

Data dari Satgas MBG Tana Toraja hingga Jumat (4/9/2026) pukul 20.30 Wita, total 165 orang dirawat di tiga rumah sakit (RS) berbeda. Jumlah itu bertambah setelah diketahui ada korban yang juga dirawat di tiga puskesmas sebanyak 8 orang.

Di RS Sinar Kasih tercatat ada 50 pasien, namun 42 orang di antaranya dipulangkan alias rawat jalan dan 8 lainnya masih rawat inap. Sementara di RSUD Lakipapada ada 79 orang rawat jalan dan 5 rawat inap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di RS Fatima terdata ada 31 pasien yang sempat ditangani. Namun 25 orang di antaranya sudah menjalani rawat jalan dan 6 pasien lainnya masih rawat inap.

"Total di RS, rawat inap 19 orang dan rawat jalan 146 orang," kata Sekda Tana Toraja Rudhy Andi Lolo kepada detikSulsel, Sabtu (5/9).

ADVERTISEMENT

Sementara itu ada 8 pasien lainnya yang menjalani rawat jalan di tiga puskesmas berbeda. Rinciannya, Puskesmas Rembon 2 orang, Puskesmas Batusura 2 pasien dan Puskesmas Makale 4 orang.

Diketahui, ratusan korban mulai mengeluh mengalami gangguan pencernaan hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) secara bertahap pada Kamis (3/9). Siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.

Rudhy yang juga Ketua Satgas MBG Tator ini menegaskan, dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru masih diselidiki. Dia enggan berspekulasi soal MBG diduga menjadi pemicu.

"Kita juga tidak bisa menduga bahwa ini keracunan, mungkin saja ini adalah terkontaminasi oleh bakteri ataukah virus yang menyebabkan diare, mual dan muntah," ungkap Rudhy.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja telah mengambil sampel MBG yang sempat disajikan kepada korban. Sampel itu dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar untuk diperiksa.

"Artinya bahwa kita tetap praduga tidak bersalah, dinas kesehatan sudah melakukan pengambilan sampel muntah dan sisa makanan yang dikirimkan ke BPOM Makassar," jelasnya.

Operasional SPPG Disetop Sementara

Sementara SPPG Makale Batupapan 1 sebagai penyedian MBG dikenakan sanksi suspend alias operasionalnya dihentikan. Kebijakan itu merupakan sanksi kategori berat menimbang risiko yang ditimbulkan.

"Operasionalnya kita hentikan selama 30 hari sejak surat ini diterbitkan, yaitu 3 September 2026," kata Kepala Kantor Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9).

KPPG Kendari sebagai koordinator SPPG di sejumlah wilayah Sulsel ini akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Karyawan SPPG juga akan menjalani asesmen.

"Kita juga sementara melakukan asesmen terhadap 47 karyawan SPPG Batupapan. Mereka pernah menjalani pelatihan, jadi itu yang kita asesmen," imbuhnya.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads