Murka Taufan Pawe Bongkar Bobrok RS Paramount Makassar Usai Cucu Meninggal

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 29 Agu 2026 07:30 WIB
Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe (TP) membongkar bobrok Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, Makassar buntut kematian cucunya usai dilahirkan. TP mengungkap sudah banyak kasus kontroversial terjadi di rumah sakit tersebut namun tak kunjung ditindaki.

Hal itu dibongkar TP saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Ombudsman RI, Rabu (26/8/2026). TP awalnya mengungkap jika cucunya meninggal saat hendak dibawa pulang dari RS Paramount.

"Cucu saya meninggal di rumah sakit terkemuka di Sulawesi Selatan. Aneh. Kenapa saya katakan aneh? Orang tuanya, keluarga sudah angkut barang ke mobil, sudah mau pulang, sudah diizinkan oleh rumah sakit. Tapi kenyataan, sebelum meninggalkan kamar, meninggal dalam pangkuan," kata TP dikutip detikSulsel, Jumat (28/8/2026).

Dia pun mengaku sempat meminta penjelasan pihak manajemen RS. Pengelola rumah sakit kemudian mendatangi TP dan mengakui adanya dugaan kelalaian petugas.

"Saya hadir untuk mencoba mengklarifikasi. Jawabannya tetap bias, abu-abu. Singkat cerita lagi, pada akhirnya dua tiga hari kemudian datang menemui saya," ujar Mantan Wali Kota Parepare.

"Singkat cerita dia mengaku, kelalaian, terjadi kelalaian. Cucu saya dimandikan tanpa dipasangi popok, kedinginan dan meninggal. Ini dugaan, semuanya masih dugaan," jelasnya.

Legislator asal Sulsel kemudian menyebut RS Paramount Makassar memiliki rekam jejak buruk selama satu dekade terakhir. Terdapat beberapa korban yang diduga akibat kelalaian pihak rumah sakit.

"Nah, kenapa saya angkat ini? Kalau kita lihat historis dari rumah sakit itu, terlalu banyak kejadian-kejadian-kejadian-kejadian yang membuat pasien korban," ungkapnya.

TP mengungkapkan, salah satu yang menuai sorotan belum lama ini adalah kasus seorang bayi yang juga diduga menjadi korban malapraktik di RSIA Paramount. Bayi tersebut mengalami bocor pada tangannya akibat bekas infus.

"Karena historisnya rumah sakit ini luar biasa, Pak. Satu dekade sudah banyak kejadian, ada yang bocor tangannya, pasien, dan lain sebagainya," katanya.

Taufan yang juga pengajar hukum kesehatan ini mengaku paham betul soal hak pasien, dokter, hingga rumah sakit. Ia bersuara agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.

"Saya ini pengajar medical law (hukum kesehatan). Saya tahu persis bagaimana hak pasien, bagaimana hak rumah sakit, bagaimana hak dokter, antara dokter dengan pasien. Nah, olehnya itu saya menyuarakan ini supaya saudara-saudara kita di luar sana jangan jadi korban lagi," tegas Taufan.

Simak Video "Video: Dugaan Malapraktik Usai Balita Meninggal Karena CT Scan"


(asm/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork