9 Hari Operasi SAR KM Nurul Salsa: Korban Tewas-Kendala Pencarian

9 Hari Operasi SAR KM Nurul Salsa: Korban Tewas-Kendala Pencarian

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 23 Jul 2026 09:01 WIB
KN SAR Kamajaya yang mengangkut jenazah diduga korban KM Nurul Salsa melintas di perairan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026). Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang waktu operasi SAR KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu (15/7)  di Kepulauan Selayar selama tiga hari guna memaksimalkan pencarian terhadap 16 orang korban yang masih dinyatakan hilang. ANTARA FOTO/Arnas Padda
KN SAR Kamajaya yang mengangkut jenazah diduga korban KM Nurul Salsa melintas di perairan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Makassar -

Operasi SAR tenggelamnya KM Nurul Salsa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah memasuki hari kesembilan hari ini. Dari 78 korban, 59 di antaranya dilaporkan telah ditemukan selamat.

Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan mengungkapkan sebanyak tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Namun, identitas salah satu jenazah belum dapat dipastikan merupakan penumpang dari KM Nurul Salsa.

"Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa, kami masih menunggu info dari tim DVI," ujar Sultan dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, sudah ada dua kantong jenazah yang diserahkan Basarnas ke tim DVI Biddokkes Polda Sulsel di RS Bhayangkara. Kedua jenazah masih menunggu proses identifikasi.

Dalam peristiwa ini, tujuh korban berhasil ditemukan selamat setelah beberapa hari terombang-ambing di lautan. Lima korban awalnya ditemukan selamat oleh nelayan di perairan sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (18/7).

ADVERTISEMENT

Mereka ditemukan dalam kondisi lemas setelah 4 hari terombang-ambing di laut dengan berpegangan pada papan gabus. Adapun kelima korban yang ditemukan selamat masing-masing bernama Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Ardita (17), dan Diska (7).

"Korban ditemukan 5 orang yang selamat di hari keempat pencarian. Dia ditemukan selamat bersama tantenya bernama Asseng. Bapaknya sama mamanya belum ditemukan. Diska sama tantenya selamat," ujar Andi Sultan, Selasa (21/7/2026).

Kedua orang tua Diska bernama Malida (31) dan Hasbi (41) sempat berusaha bertahan dengan berpegangan pada gabus tersebut. Namun keduanya tidak bertahan dan akhirnya tenggelam.

"Iya, kedua orang tuanya sempat di gabus itu tapi tidak bertahan. Jadi ini satu rakit, menurut keterangan tantenya, Malida dan Hasbi tidak bertahan. Setelah meninggal, lama kelamaan tenggelam, seperti itu. Jadi yang selamat itu Diska dan Asseng, tantenya," ujarnya.

Diska sempat dievakuasi ke RS Selayar sebelum dijemput keluarganya. Sultan mengaku tidak tahu persis berapa hari Hasbi dan Malida bertahan hingga akhirnya tenggelam.

"Kurang tahu juga kalau itu. Kita tidak tanya detail jelasnya, kami cuma fokus menyelamatkan. (Diska) Sudah dijemput keluarganya," jelasnya.

Operasi SAR Sisir Kepulauan Sabalana

Operasi SAR telah diperpanjang selama tiga hari. Memasuki hari kedelapan kemarin, pencarian difokuskan menyisir sekitar wilayah Kepulauan Sabalana, Pangkep.

"Difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi area pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan evaluasi operasi sebelumnya. Pada hari kedelapan, pencarian dilaksanakan dengan membagi area operasi ke dalam dua sektor," ujar Andi Sultan.

SRU pertama menggunakan KN SAR Pacitan beserta Rigid Inflatable Boat (RIB) melaksanakan penyisiran di bagian timur Kepulauan Sabalana, khususnya pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Sementara SRU kedua yang terdiri dari KLM Mattoangin melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana.

Selain penyisiran di wilayah Kepulauan Sabalana, tim SAR gabungan juga memperluas perhatian ke arah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil analisis pergerakan arus laut yang menunjukkan kecenderungan mengarah ke wilayah tersebut.

"Berdasarkan analisis data arus laut yang kami gunakan sebagai acuan operasi, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, pencarian juga akan terus kami laksanakan dan pantau pada jalur perairan yang mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," tambah Andi Sultan.

Pencarian Terkendala Cuaca

Andi Sultan juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana menyebabkan pergerakan personel dan alutsista harus dilakukan dengan lebih hati-hati tanpa mengurangi intensitas pencarian.

"Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kondisi gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Meski demikian, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan NTB, agar segera melaporkan kepada Posko SAR apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa.

Basarnas Makassar menegaskan seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian selama masa perpanjangan operasi dengan mengerahkan personel, kapal SAR, serta potensi SAR lainnya yang masih berada di lokasi kejadian. Evaluasi pencarian akan dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta analisis arus laut untuk meningkatkan efektivitas operasi.

Halaman 4 dari 3


Simak Video "Video: Hilang Berhari-hari, 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Ditemukan Selamat"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads