Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026/Safar 1448 H

Urwatul Wutsqaa - detikSulsel
Kamis, 16 Jul 2026 22:15 WIB
Ilustrasi puasa Ayyambul Bidh (Foto: Sami Abdullah/Pexels)
Makassar - Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dianjurkan dilaksanakan pada pertengahan bulan atau tanggal 13, 14, 15 kalender Hijriah. Dalam salah satu riwayat, Rasulullah menyebutkan bahwa pahala puasa sunnah ini setara dengan puasa setahun.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Daud berikut ini:

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Artinya: "Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriah)." Dan beliau bersabda, "Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun." (HR Abu Daud nomor 2449 dan An Nasai nomor 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)(1)

Lantas, kapan jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 atau bulan Safar 1448 H? Simak berikut ini informasi lengkapnya!

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026/Safar 1448 H

Awal bulan Safar 1448 H tidak berlangsung serentak sehingga jadwal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pun akan berbeda. Pemerintah dan Nahdlatul Ulama menetapkan awal bulan Safar 1448 H jatuh pada Kamis, 16 Juni 2026.

Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah menetapkan awal bulan Safar sehari lebih awal, yakni pada Rabu, 15 Juli 2026. Sebagai panduan untuk detikers, berikut ini jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 berdasarkan ketetapan pemerintah, NU, dan Muhammadiyah:

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Pemerintah-NU

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kemenag RI dan Kalender Almanak Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bojonegoro, berikut ini jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 (Safar 1448 H) versi pemerintah dan NU:

  • 13 Safar 1448 H: 28 Juli 2026 M
  • 14 Safar 1448 H: 29 Juli 2026 M
  • 15 Safar 1448 H: 30 Juli 2026 M

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Muhammadiyah

Mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, berikut ini jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 (Safar 1448 H) versi Muhammadiyah:

  • 13 Safar 1448 H: 27 Juli 2026 M
  • 14 Safar 1448 H: 28 Juli 2026 M
  • 15 Safar 1448 H: 29 Juli 2026 M

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Adapun bacaan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala."(2)

Apakah Puasa Ayyamul Bidh Harus 3 Hari dan Berurutan?

Syaikh Ibn Baz menjelaskan, puasa Ayyamul Bidh tetap boleh dikerjakan meski tidak genap tiga hari. Pendapat tersebut ia sampaikan dalam Kitab Fatawa Ibn Baz 370/15.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa lebih baik melaksanakan puasa Ayyamul Bidh secara utuh selama tiga hari. Hal ini agar muslim yang mengerjakannya dapat memperoleh amalan yang lebih afdal dan sempurna.(3)

Sementara itu, terkait apakah puasa Ayyamul Bidh harus berurutan atau tidak, tidak ada ketentuan yang mewajibkan hal tersebut. Apabila seseorang memiliki uzur syar'i atau halangan tertentu, ia tetap dapat melanjutkan puasa pada hari lain di bulan yang sama.

Sebagai contoh, jika seseorang telah berpuasa selama dua hari tetapi terpaksa membatalkannya pada hari berikutnya karena suatu halangan, maka dia dapat mengganti satu hari puasa yang belum dikerjakan selama masih berada dalam bulan Hijriah yang sama.(2)

Kelonggaran dalam melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Mu'adzah RA, ia bertanya kepada 'Aisyah RA:

أَكانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَصُومُ مِن كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ؟ قالَتْ: نَعَمْ، فَقُلتُ لَهَا: مِن أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كانَ يَصُومُ؟ قالَتْ: لَمْ يَكُنْ يُبَالِي مِن أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

Artinya: "Apakah Rasulullah berpuasa tiga hari setiap bulan?" 'Aisyah menjawab, "Iya." Mu'adzah bertanya lagi, "Pada hari apa beliau berpuasa?" 'Aisyah menjawab, "Beliau tidak peduli pada hari apa beliau berpuasa." (HR Muslim dan At-Tirmizi)

Muhammad Ichsan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjelaskan, terdapat enam varian waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh, yaitu:

  1. Berpuasa berturut-turut pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Qamariah.
  2. Berpuasa tiga hari pada hari Senin pekan pertama kemudian pada hari Kamis, lalu hari Senin pekan berikutnya.
  3. Berpuasa tiga hari pada hari Senin pertama awal bulan dan dua hari Kamis.
  4. Berpuasa tiga hari pada hari Senin dan Kamis (di pekan pertama) dan satu hari apa saja.
  5. Berpuasa tiga hari di awal bulan yaitu tanggal 1, 2, dan 3.
  6. Berpuasa tiga hari dengan tidak ditentukan harinya apakah di awal, di tengah atau di akhir, berturut-turut atau tidak.

Kendati demikian, puasa Ayyamul Bidh tetap lebih Utama dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah karena sesuai dengan anjuran dan kebiasaan Rasulullah SAW. Apabila tidak memungkinkan, puasa tiga hari pada waktu lain di dalam bulan Hijriah yang sama tetap dianggap sah dan bernilai pahala selama dikerjakan dengan niat yang ikhlas.(4)

Demikianlah ulasan mengenai jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026, lengkap dengan bacaan niat dan ketentuan pelaksanaannya. Semoga bermanfaat!


Referensi:

(1) Laman Muslim.or.id, 'Puasa Tiga Hari Setiap Bulan dan Puasa Ayyamul Bidh'
(2) Buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin al-Qurawy
(3) Laman detikHikmah, 'Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh 1 Hari Saja? Ini Penjelasannya'
(4) Laman Muhammadiyah, 'Puasa Ayyamul Bidh Tidak Harus Dilakukan pada Tanggal 13, 14, dan 15, Begini Penjelasannya!'

Simak Video "Video K-Talk: Potret Resistensi Perempuan dalam Kehidupan Haenyeo di Jeju"


(urw/urw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork