Kapal Layar Motor (KLM) yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga gegara dihantam gelombang tinggi dan muatan yang melebihi kapasitas. Kapal tersebut ternyata membawa 78 penumpang, 17 ton barang hasil bumi, empat ekor sapi serta empat sepeda motor.
Diketahui, kapal awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam.
Polisi kemudian mengungkap dugaan awal penyebab kapal tenggelam karena dihantam gelombang tinggi dan kelebihan muatan. Hal itu berdasarkan keterangan dari sejumlah korban yang telah dievakuasi dalam kondisi selamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya mereka (penumpang selamat) mengaku bahwa kapalnya itu dihantam ombak. Baru kalau kita lihat memang muatan kapal itu cukup sangat padat," ujar Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre kepada wartawan, Jumat (17/7).
Dia mengatakan dari data terbaru, KLM Nurul Salsa mengangkut lebih dari 70 penumpang dan muatan barang sekitar 17 ton. Jumlah penumpang dan muatan tersebut diduga membuat mesin kapal bekerja lebih berat di tengah cuaca ekstrem.
"Kalau berdasarkan data dikumpul lebih dari 70 orang (penumpang) dengan kapasitas kapal itu sudah jauh melebihi kapasitas. Apalagi ada barang yang beratnya kurang lebih 17 ton, itu kalau menurut saya pribadi akan memaksa mesin bekerja keras ditambah lagi dengan situasi cuaca yang ekstrem," katanya.
Selain itu, penumpang juga menginformasikan adanya kebocoran pada lambung kapal. Awalnya air yang masuk ke dalam kapal masih bisa dipompa keluar menggunakan mesin alkon, namun pompa berhenti beroperasi setelah kehabisan bahan bakar.
"Kami dengar ada kebocoran lambung kapal awalnya bisa diatasi dengan alkon, cuma setelah alkonnya kehabisan BBM akhirnya tidak bisa. Begitu kehabisan BBM kapal mulai pelan-pelan tenggelam," jelasnya.
Saat kapal mulai tenggelam, para penumpang berusaha menyelamatkan diri menggunakan pelampung maupun benda yang dapat mengapung. Ketika kapal penyelamat tiba di lokasi, KLM Nurul Salsa disebut sudah tenggelam seluruhnya.
"Saat itu (kapal mulai tenggelam) penumpang tercerai berai, ada gunakan pelampung dan saat itu kapal penyelamat itu tiba di lokasi. Pada saat kapal tiba ini KLM Nurul Salsa ini sudah benar-benar tenggelam," beber Suardi.
Suardi menegaskan pihaknya masih terus mendalami penyebab pasti tenggelamnya kapal. Termasuk menyelidiki terkait jumlah mesin kapal di dalam KLM Nurul Salsa.
"Kita juga masih selidiki apakah kapal ini cuma ada satu mesin atau ada mesin cadangan," tutur Suardi.
Sebanyak 47 penumpang KLM Nurul Salsa dievakuasi setelah kapal tenggelam di Selayar. Foto: dok istimewa |
Polisi Amankan Nahkoda Kapal
Polisi juga telah mengamankan nahkoda KLM Nurul Salsa bernama Marlin untuk kepentingan penyelidikan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari pihak keluarga korban. Nahkoda kapal kini diamankan di Polsek Pasimasunggu.
"Untuk nakhoda kapal KLM Nurul Salsa bernama Marlin sudah kami amankan. Kami bawa di Polsek Pasimasunggu," ujar Kapolsek Pasimasunggu AKP Haryanto kepada wartawan, Kamis (16/7) malam.
Dia menegaskan nakhoda kapal diamankan bukan karena telah ditetapkan sebagai tersangka. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan memastikan yang bersangkutan tetap berada di lokasi selama proses penyelidikan berlangsung.
"Yang bersangkutan kami amankan untuk alasan keamanan, jangan sampai ada keluarga korban yang mengamuk. Selain itu juga agar yang bersangkutan itu tidak melarikan diri," katanya.
Dia mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Keterangan dari nakhoda akan menjadi salah satu bahan bagi penyidik dalam mengusut insiden tersebut.
"Tim penyidik dari (Satreskrim) Polres Selayar akan datang untuk melakukan penyelidikan. Rencananya besok (Jumat) sore tiba," imbuh Haryanto.
52 Orang Selamat-25 Dalam Pencarian
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar memperbaharui data korban KLM Nurul Salsa pada Jumat (17/7). Kapal tersebut ternyata membawa total 78 penumpang yang 52 orang di antaranya dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Jadi korban sampai pukul 16.10 Wita ini, jumlah korban itu ada 78 orang dan yang selamat 52 orang, dalam pencarian 25 orang," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan, Jumat (17/7).
Andi Sultan mengatakan, penambahan korban berdasarkan laporan terbaru adanya tiga penumpang yang baru dievakuasi. Tiga korban selamat itu sebelumnya tidak masuk dalam daftar pencarian.
"Ada yang selamat 3 orang yang tidak sempat kami data. Pada informasi yang kami terima bahwa 3 orang ini pada waktu dievakuasi tidak langsung melapor di posko pendataan," jelasnya.
Insiden kapal tenggelam itu turut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian sembari berkoordinasi dengan Syahbandar terkait jumlah pasti penumpang yang terdata dalam manifes.
Pada hari ketiga operasi, tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam dua sektor. KN SAR Kamajaya 104 menyisir sektor II, sementara KRI Marlin 877 melakukan pencarian di sektor I. Operasi juga diperkuat pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin.
"Tadi pada pukul 11.05 KM Kamajaya menemukan satu pelampung yang diduga milik salah satu penumpang," imbuh Andi Sultan.
Basarnas Makassar mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan korban atau menemukan benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa agar segera melapor ke Posko SAR terdekat. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian yang masih berlangsung.
Simak Video "Video: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Rekor Suhu Terpanas Pecah"
[Gambas:Video 20detik] (hsr/hsr)

