Langkah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menduduki kursi ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin terbuka lebar. IAS kini tanpa beban setelah Munafri 'Appi' Airufuddin batal mencalonkan diri dalam Musyawarah Daerah (Musda).
IAS telah menyerahkan formulir pendaftaran ke Steering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel didampingi para ketua dan sekretaris DPD II di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Kamis (16/7/2026). Sejauh ini, IAS menjadi satu-satunya bakal calon.
"Alhamdulillah, hari ini dukungan yang kami antarkan sebagai salah satu persyaratan itu sebanyak 22 DPD II," kata IAS kepada wartawan di lokasi, Jumat (17/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukungan tersebut, kata dia, juga datang dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, hingga organisasi sayap Partai Golkar. Menurutnya, dukungan itu menjadi modal untuk bertarung pada Musda Golkar Sulsel.
"Ada tiga organisasi pendiri, Kosgoro, SOKSI, dan MKGR. Kemudian ada lima organisasi yang didirikan, mulai dari AMPI, AMK, Al-Hidayah, MDI, Satkar Ulama, serta dua organisasi sayap KPPG dan AMPG," ujarnya.
Mantan wali kota Makassar 2 periode itu lantas mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para pemilik suara. Dia juga berterima kasih kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang telah memberikan surat diskresi sehingga dirinya bisa maju sebagai bakal calon ketua.
"Saya ingin mengapresiasi apa yang sudah diberikan oleh Ketua Umum. Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah keputusan diskresi kepada saya itu menjadi tanggung jawab besar yang akan saya jalankan," jelasnya.
Dia menegaskan target utamanya jika dipercaya memimpin Golkar Sulsel adalah mengembalikan kejayaan partai pada Pemilu 2029. IAS juga memastikan akan memaksimalkan pengkaderan di Golkar.
"Agar Golkar di Sulawesi Selatan bisa kembali jaya menghadapi Pemilu tahun 2029 yang akan datang," katanya.
IAS Bicara Posisi Appi
IAS mengaku membuka peluang rekonsiliasi dengan Appi selaku ketua DPD II Golkar Makassar. Dia menilai dinamika yang terjadi menjelang pemilihan ketua merupakan hal biasa dalam organisasi.
"Di dalam sebuah proses dinamika musyawarah, hal-hal seperti ini biasa. Tetapi setelah itu Golkar selalu memiliki tanggung jawab untuk melakukan rekonsiliasi agar kita mempersatukan kembali pertikaian-pertikaian kecil yang muncul," ujar IAS.
Terkait posisi Appi jika dirinya terpilih sebagai Ketua Golkar Sulsel, menurutnya belum ada pembahasan. Dia hanya berharap Appi bisa tetap menjalankan tugas sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar.
"Pak Appi kan Ketua DPD II Kota Makassar. Jadi dan itu menjadi bagian daripada tanggung jawab dia untuk sampai akhir masa," ucapnya.
Baca juga: Appi Terjegal di Detik-detik Akhir |
Lebih jauh, IAS mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Appi akhir-akhir ini. Dia pun tidak yakin Appi akan meninggalkan Partai Golkar seperti isu yang beredar.
"Itu kata media (Appi akan pamit). Saya tidak pernah yakin bahwa seorang Appi, Ketua DPD Partai Golkar, semudah itu mengeluarkan statement seperti itu. Saya tidak pernah lihat dia sendiri yang mengatakan," jelasnya.
IAS berharap seluruh kader kembali bersatu usai Musda digelar. Menurutnya, soliditas partai menjadi modal penting menghadapi kontestasi politik mendatang.
"Ke depan kita harapkan penyatuan kembali gerbong-gerbong agar sama-sama menghadapi tantangan di tahun 2029," pungkasnya.
