Dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat), dr Adrian Rantung meninggal dunia di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Polisi kini menyelidiki dugaan korban mengalami perundungan atau bullying.
Korban ditemukan meninggal di rumah keluarganya di Kelurahan Malalayang Satu Barat, Lingkungan Enam, Kecamatan Malalayang, Manado pada Minggu (5/7). Belakangan beredar dugaan korban mengalami perundungan selama pendidikan di RSUP Prof Dr RD Kandou, Manado.
"(Satreskrim) terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan perundungan (bullying) yang diduga dialami seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis berinisial dr AR yang ditemukan meninggal dunia," ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Elwin mengatakan penyidik menelusuri informasi yang beredar di media sosial, dan sudah berkoordinasi dengan pihak RSUP Prof Kandou Manado. Polisi juga telah mengambil keterangan sejumlah pihak terkait kasus ini.
"Seluruh informasi yang berkembang, termasuk dugaan adanya perundungan, masih kami dalami dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta," kata Elwin.
Dia memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, transparan, serta mengedepankan asas praduga tak bersalah. Dalam proses tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Instalasi Forensik dan Humas RS Kandou terkait penanganan jenazah korban.
"Berdasarkan keterangan pihak forensik, terhadap jenazah korban hanya dilakukan pemeriksaan fisik luar sesuai permintaan keluarga," imbuhnya.
Dia mengatakan autopsi tidak dilakukan karena tidak ada permintaan dari pihak keluarga. Hingga saat ini, keluarga korban juga belum membuat laporan polisi terkait dugaan perundungan maupun dugaan tindak pidana lainnya.
"Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengumpulkan dan memverifikasi seluruh informasi yang berkembang," ucapnya.
Elwin mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Dia juga mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, Billy Kepel enggan memberikan keterangan terkait kematian Adrian Rantung. Dia mengatakan pernyataan terkait kasus ini bisa melalui Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Unsrat.
"Silakan berhubungan dengan Bagian Humas Unsrat," kata Billy kepada detikcom, Rabu (8/7).
Namun Kepala Humas Unsrat, Max Rembang yang dihubungi belum merespons. Max Rembang juga tidak berada di ruangannya di lantai 3 Gedung Rektorat Unsrat, hanya terdapat staf Humas bernama Gabriel Senduk.
"Max katakan Rektor sudah ketemu dengan kementerian. Klarifikasi sudah di take over ke kementerian," kata Gabriel.
Simak Video "Mengisi Waktu dengan Pijat Relaksasi dan Spa untuk Mengembalikan Kebugaran di Manado "
(hsr/hsr)