Yang Tersisa dari Ledakan Bom di Biak

Papua

Yang Tersisa dari Ledakan Bom di Biak

Tim detikcom - detikSulsel
Sabtu, 06 Jun 2026 07:30 WIB
Ledakan bom sisa PD II di Biak Numfor, Papua, menewaskan enam orang. Tiga korban masih hilang, dan 25% area terdampak belum aman.
Foto: Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Ledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kabupaten Biak Numfor, Papua, menewaskan enam orang. Namun, insiden ini masih menyisakan tanda tanya terkait nasib tiga korban yang belum ditemukan dan sekitar 25 persen area terdampak dinyatakan belum aman.

Diketahui, bom diduga sisa PD II meledak di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Enam korban tewas yakni Israel Raubaba (7), Yisrel Raubaba (5), Karmila Ayorbaba (25), Delfin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), dan Mina Puadi (51).

Sementara tiga korban yang masih dalam pencarian, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27). Ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan 12 bangunan berupa rumah dan gereja mengalami kerusakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta relawan setempat, masih melakukan pencarian terhadap tiga korban hilang. Radius pencarian yang awalnya mencapai 500 meter hingga 1 kilometer diperluas menjadi 3 kilometer dari pusat ledakan.

"Upaya pencarian korban terus dilakukan secara maksimal. Hingga hari ini, radius pencarian telah diperluas hingga 3 Km dari titik pusat ledakan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

Cahyo menuturkan, tim juga masih melakukan pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan. Tim Jibom dan Bidlabfor Polda Papua juga telah berhasil menemukan sejumlah benda dan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.

"Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua," tuturnya.

Polres Biak Numfor juga mengambil langkah-langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak ledakan. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh personel Polwan Polres Biak Numfor di lokasi pengungsian yang disediakan Pemkab Biak Numfor.

"Tidak hanya fokus pada penanganan aspek keamanan dan penyelidikan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis masyarakat dapat pulih, terutama anak-anak agar kembali ceria dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal," jelasnya.

Rentetan Temuan Granat-Mortir Usai Ledakan

Tim penjinak bom (Jibom) Gegana Polda Papua fokus melakukan sterilisasi di lokasi yang menjadi sumber ledakan. Dari hasil penyisiran, tim lebih dulu menemukan satu granat aktif jenis nanas dan dua proyektil di lokasi ledakan pada Senin (1/6).

"Petugas menemukan dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa masih terdapat material berbahaya di area sekitar lokasi ledakan. Tim Jibom kemudian kembali menemukan satu granat nanas dan satu granat jenis manggis pada Selasa (2/6).

"Hari Senin (1/6) itu ditemukan satu granat, hari Selasa (2/6) ada dua granat. Itu yang di TKP untuk temuan granat manggis sama nanas," ungkap Ari saat dihubungi detikcom, Rabu (3/6).

Dengan begitu, total 3 granat telah diamankan selama dua hari sterilisasi di TKP ledakan bom. Ari memastikan Tim Jibom Gegana Polda Papua telah melakukan disposal alias pemusnahan terhadap tiga granat tersebut.

Tidak berhenti di situ, 3 mortir aktif beserta 30 amunisi kaliber 7,62 mm kembali diamankan pada Selasa (2/6). Mortir dan puluhan amunisi itu ternyata ditemukan warga lalu diserahkan ke Tim Jibom Polda Papua.

"Kalau yang 3 mortir ini temuan masyarakat sama yang 30 amunisi. (Lokasi temuan mortir dan amunisi) Saya masih pendalaman karena kemarin diserahkan, penyerahan dari masyarakat," papar Ari.

32 Potongan Tubuh-42 Serpihan Proyektil Ditemukan

Tim SAR gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh pada hari kelima pascaledakan bom tersebut. Sebanyak 42 serpihan casing proyektil turut dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) ledakan.

"Dalam operasi pencarian hari ini, tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh," kata Ari Trestiawan saat konferensi pers, Kamis (4/6) malam.

Ari merincikan, 30 potongan tubuh ditemukan oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua saat pelaksanaan sterilisasi di area ledakan. Sedangkan 2 potongan tubuh lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di area pencarian.

Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut. Selain itu, posko juga menerima sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, terdiri dari tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan.

25% Area Terdampak Belum Aman

Tim Jibom Gegana Polda Papua hingga kini masih melakukan sterilisasi di area terdampak ledakan bom tersebut. Sekitar 75 persen area terdampak telah dilakukan sterilisasi dan sekitar 25 persen area lainnya dinyatakan belum aman.

"Proses sterilisasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menyelesaikan 25 persen area yang masih belum dinyatakan aman," kata Ari kepada wartawan Kamis (4/6).

Ari mengungkapkan dalam proses sterilisasi, kondisi cuaca menjadi kendala utama. Tim Jibom hanya dua jam bisa bekerja maksimal karena area terdampak ledakan diguyur hujan pada Kamis (4/6).

"Hujan yang mengguyur lokasi kejadian menyebabkan tim hanya dapat melaksanakan kegiatan sterilisasi secara maksimal selama kurang lebih dua jam," ungkapnya.

Sementara tim Puslabfor Polda Papua telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Tim berhasil mengamankan 20 serpihan logam, 2 gergaji besi, dan 1 mata gerinda untuk dilakukan penelitian laboratorium forensik.

Tim DVI juga telah membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian untuk proses identifikasi korban. Sejauh ini tim DVI telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.

"Besok Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi," bebernya.

Ari mengimbau masyarakat yang mengetahui, menemukan, atau masih menyimpan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan PD II agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Laporan bisa disampaikan ke posko di lokasi maupun di Polres Biak Numfor.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Detik-detik Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor"
[Gambas:Video 20detik]
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads