Bom peninggalan Perang Dunia (PD) II ternyata tidak hanya ditemukan di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Terbaru, sebuah bom mortir juga ditemukan warga di sekitar sungai Kabupaten Jayapura.
Bom tersebut ditemukan di kawasan Jalan Ariyau, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (2/6/2026) siang. Bom itu pertama kali ditemukan warga saat sedang mencari ikan di sekitar kali.
"Benda tersebut merupakan bom mortir peninggalan Perang Dunia II dengan ukuran panjang sekitar 85 sentimeter, diameter 18 sentimeter dan berat kurang lebih 10 kilogram," kata Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick dalam keterangannya, Selasa (2/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan bermula saat seorang warga bersama temannya sedang mencari ikan di sepanjang Kali Ariyau. Saat hendak menggali tanah untuk membuat perangkap ikan, mereka menemukan sebuah benda besi berbentuk menyerupai jantung pisang.
"Sesaat kemudian benda tersebut mengeluarkan asap. Menyadari adanya potensi bahaya setelah salah satu temannya menyebut benda itu sebagai bom, mereka segera meninggalkan lokasi," ujarnya.
Temuan itu lalu dilaporkan ke polisi. Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan sterilisasi area.
Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menyusul tiba di lokasi melakukan penanganan. Bom itu kemudian dimusnahkan.
"Sisa material hasil disposal diamankan oleh Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk kepentingan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut," kata Bernadus.
Ledakan Bom PD II di Biak Tewaskan 6 Orang
Sebelum di Jayapura, bom diduga sisa PD II ditemukan di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Mirisnya, bom itu meledak hingga mengakibatkan korban jiwa dan merusak rumah hingga gereja.
Tim SAR gabungan lebih dulu menemukan lima korban tewas, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7) dan Isril Raubaba (5). Belakangan, korban tewas bertambah setelah seorang warga, Mina Puadi (51) meninggal dalam perawatan di rumah sakit, Senin (1/6).
Saat ini tim gabungan masih mencari tiga korban lainnya. Sebanyak 13 potongan tubuh diduga korban ledakan bom juga sudah lebih dulu dievakuasi untuk proses identifikasi.
"Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Selasa (2/6).
Di sisi lain, tim Jibom menemukan dua proyektil dan satu granat aktif jenis nanas dari tempat kejadian perkara (TKP) ledakan. Granat aktif itu selanjutnya akan dimusnahkan.
(sar/sar)











































