Polisi mengungkap total 3 granat aktif telah ditemukan pascaledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Ketiga granat itu ditemukan pada hari yang berbeda di tempat kejadian perkara (TKP) ledakan.
"Hari Senin (1/6) itu ditemukan 1 granat, hari Selasa (2/6) ada 2 granat," ungkap Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada detikcom, Rabu (3/6/2026).
Ketiga granat aktif itu ditemukan dari hasil penyisiran Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua. Tim awalnya menemukan 1 granat nanas beserta dua proyektil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari setelahnya ditemukan 2 granat masing-masing berjenis granat nanas dan granat manggis. Ari memastikan total 3 granat itu sudah dilakukan disposal alias pemusnahan.
"Itu 2 granat nanas sama 1 granat manggis, sama ada dua proyektil yang sudah diambil amunisinya," tuturnya.
Ari melanjutkan, tim masih bekerja melakukan penyisiran. Pihaknya akan menyampaikan lebih lanjut perkembangan temuan terbaru di lokasi.
"Untuk hari ini saya kumpulin lagi karena saya belum dapat dari Jibom," imbuh Ari.
Temuan 18 Potongan Tubuh
Sementara itu total 18 potongan tubuh juga telah dievakuasi dari lokasi ledakan bom. Tim gabungan lebih dulu mengamankan 13 potongan tubuh diduga korban ledakan pada Senin (1/6).
Dari hasil penyisiran lanjutkan, 5 potongan tubuh kembali ditemukan di lokasi ledakan pada Selasa (2/6). Sejumlah potongan tubuh itu belum diketahui identitas pemiliknya lantaran masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Tim gabungan yang melakukan penyisiran di Ring 2 juga kembali menemukan lima potongan serpihan bagian tubuh," beber Ari.
Ledakan bom turut mengakibatkan 6 orang meninggal, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Muna Puadi (51). Keenam jenazah telah dimakamkan.
(sar/ata)











































