Radius Pencarian 3 Korban Ledakan Bom di Biak Numfor Diperluas Lagi Jadi 3 Km

Papua

Radius Pencarian 3 Korban Ledakan Bom di Biak Numfor Diperluas Lagi Jadi 3 Km

Tim detikcom - detikSulsel
Kamis, 04 Jun 2026 16:03 WIB
Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor.
Foto: Kondisi rumah warga hancur imbas ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Pencarian 3 korban ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kembali diperluas hingga 3 kilometer. Pencarian melibatkan tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta relawan setempat.

Awalnya, radius pencarian hanya mencapai 500 meter hingga diperluas 1 kilometer. Belakangan, radius penyisiran kembali diperluas demi memaksimalkan pencarian korban yang belum juga ditemukan.

"Upaya pencarian korban terus dilakukan secara maksimal. Hingga hari ini, radius pencarian telah diperluas hingga 3 Km dari titik pusat ledakan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cahyo menjelaskan, tim juga masih melakukan pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan. Tim Jibom dan Bidlabfor Polda Papua juga telah berhasil menemukan sejumlah benda dan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.

"Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Langkah ini merupakan bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara komprehensif peristiwa yang terjadi. Selama proses pencarian berlangsung, tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban yang diduga berasal dari lokasi ledakan.

Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polda Papua telah memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Kabupaten Biak Numfor. Hal ini untuk mengungkap identitas potongan tubuh yang ditemukan.

"Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sehingga dapat diketahui identitas korban secara akurat dan ilmiah," jelas Cahyo.

Di sisi lain, Polres Biak Numfor juga mengambil langkah-langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh personel Polwan Polres Biak Numfor di lokasi pengungsian yang disediakan Pemkab Biak Numfor.

"Tidak hanya fokus pada penanganan aspek keamanan dan penyelidikan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis masyarakat dapat pulih, terutama anak-anak agar kembali ceria dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal," jelasnya.

Temuan Potongan Tubuh-Granat Aktif

Hingga saat ini total enam warga meninggal dunia akibat ledakan bom di Biak Numfor, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Mina Puadi (51). Keenam jenazah sudah dimakamkan pihak keluarga.

Sementara tiga korban yang masih dalam pencarian, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27). Di sisi lain, tim SAR gabungan telah mengamankan total 18 potongan tubuh dari hasil penyisiran di lokasi ledakan bom.

Tim Jibom Polda Papua juga masih melakukan penyisiran dan sterilisasi lokasi ledakan. Dari hasil penyisiran, sejumlah granat, mortir hingga amunisi telah dievakuasi.

Tim lebih dulu menemukan satu granat aktif jenis nanas dan dua proyektil yang telah diambil amunisinya pada Senin (1/6). Setelah itu Kembali ditemukan satu granat nanas dan granat manggis pada Selasa (2/6).

"Hari Senin (1/6) itu ditemukan satu granat, hari Selasa (2/6) ada dua granat. Itu yang di TKP untuk temuan granat manggis sama nanas," ungkap Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan saat dihubungi detikcom, Rabu (3/6).

Tidak berhenti di situ, 3 mortir aktif beserta 30 amunisi kaliber 7,62 mm kembali diamankan pada Selasa (2/6). Mortir dan puluhan itu ternyata ditemukan warga lalu diserahkan ke Tim Jibom Polda Papua.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads