Rentetan Temuan Granat-Mortir Usai Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor

Papua

Rentetan Temuan Granat-Mortir Usai Ledakan Bom Sisa PD II di Biak Numfor

Tim detikcom - detikSulsel
Kamis, 04 Jun 2026 05:45 WIB
Upaya sterilisasi masih dilakukan di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor.
Foto: Upaya sterilisasi masih dilakukan di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor. (dok. Istimewa)
Biak Numfor -

Kompleks Perumahan Nelayan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dikhawatirkan masih menyimpan material berbahaya pascaledakan bom diduga peninggalan Perang Dunia (PD) II. Kecurigaan itu menguat menyusul rentetan temuan granat, mortir hingga proyektil di lokasi ledakan bom tersebut.

Diketahui, bom diduga sisa PD II meledak di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Sehari pascaledakan, Tim Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda Papua lalu dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tim Jibom fokus melakukan sterilisasi di lokasi yang menjadi sumber ledakan. Dari hasil penyisiran, tim lebih dulu menemukan satu granat aktif jenis nanas dan dua proyektil di tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (1/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Petugas menemukan dua proyektil yang sebelumnya telah diambil amunisinya dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya.

Seluruh temuan langsung diamankan demi mencegah potensi bahaya yang bisa mengancam keselamatan warga atau personel yang melakukan penanganan di sekitar TKP. Sterilisasi ini juga diharapkan bisa memaksimalkan pencarian korban yang belum ditemukan.

ADVERTISEMENT

"Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian," tuturnya.

Temuan itu semakin memperkuat dugaan bahwa masih terdapat material berbahaya di area sekitar lokasi ledakan. Terbukti, Tim Jibom kembali menemukan satu granat nanas dan satu granat jenis manggis pada Selasa (2/6).

"Hari Senin (1/6) itu ditemukan satu granat, hari Selasa (2/6) ada dua granat. Itu yang di TKP untuk temuan granat manggis sama nanas," ungkap Ari saat dihubungi detikcom, Rabu (3/6).

Dengan begitu, total 3 granat telah diamankan selama dua hari sterilisasi di TKP ledakan bom. Ari memastikan Tim Jibom Gegana Polda Papua telah melakukan disposal alias pemusnahan terhadap tiga granat tersebut.

Tidak berhenti di situ, 3 mortir aktif beserta 30 amunisi kaliber 7,62 mm kembali diamankan pada Selasa (2/6). Mortir dan puluhan itu ternyata ditemukan warga lalu diserahkan ke Tim Jibom Polda Papua.

Ari belum merinci lokasi temuan mortir dan amunisi yang ditemukan warga tersebut. Pihaknya masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut sembari menganalisis benda berbahaya itu.

"Kalau yang 3 mortir ini temuan masyarakat sama yang 30 amunisi. (Lokasi temuan mortir dan amunisi) Saya masih pendalaman karena kemarin diserahkan, penyerahan dari masyarakat," papar Ari.

Pencarian Korban Hilang

Bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II meledak di Biak Numfor.Bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia II meledak di Biak Numfor hingga menewaskan total 6 warga. (dok. Istimewa)

Sembari sterilisasi berlanjut, tim SAR gabungan juga terus melaksanakan penyisiran dan pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang. Lokasi penanganan pascaledakan bom dibagi dua area, yakni Ring 1 dan Ring 2.

Area Ring 1 merupakan lokasi titik atau sumber ledakan. Pencarian korban di area itu belum dapat dilakukan secara maksimal karena masih dalam tahap sterilisasi oleh Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Papua.

Sementara area Ring 2 merupakan wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Pencarian tiga korban hilang masih dimaksimalkan di area Ring 2 tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito menuturkan, tim gabungan telah memperluas jangkauan penyisiran untuk mempercepat proses pencarian. Radius pencarian diperluas hingga 1 kilometer.

"Dalam rangka mempercepat proses pencarian, hari ini tim gabungan memperluas area penyisiran dari radius 500 meter menjadi 1 kilometer dari titik kejadian perkara," kata Cahyo kepada wartawan, Rabu (3/6).

Cahyo mengatakan, tim juga telah mengamankan sejumlah barang bukti maupun sampel dari lokasi kejadian untuk diperiksa tim Bidlabfor Polda Papua. Pemeriksaan laboratorium untuk mendukung scientific identification dan memperkuat pembuktian dalam proses penyelidikan.

"Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu membuka tabir dan mengungkap secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa ledakan ini," tegas Cahyo.

Korban Ledakan Bom Biak

Hingga saat ini total enam warga meninggal dunia akibat ledakan bom di Biak Numfor, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), Isril Raubaba (5) dan Mina Puadi (51). Keenam jenazah sudah dimakamkan pihak keluarga.

Sementara tiga korban yang masih dalam pencarian, yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45) dan Anis Marandof (27). Di sisi lain, tim SAR gabungan telah mengamankan total 18 potongan tubuh dari hasil penyisiran di lokasi ledakan bom.

Puluhan potongan tubuh itu ditemukan pada hari yang berbeda. Tim lebih dulu mengevakuasi 13 potongan tubuh pada Senin (1/6), hingga 5 potongan lainnya kembali ditemukan pada Selasa (2/6).

"Hasil penyisiran tersebut menemukan beberapa potongan atau serpihan tubuh manusia dan sementara sudah dikumpulkan dan berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Biak," jelas Cahyo.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Balita di Bali Terseret Banjir, Ditemukan Tewas Sejauh 6 Kilometer"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads